Tujuh orang dirawat di rumah sakit di Pangkalan Gabungan Andrews setelah mereka menemukan paket mencurigakan berisi bubuk putih. Pangkalan yang terletak di dekat ibu kota AS dan dikenal sebagai rumah Air Force One itu segera mengambil tindakan setelah penemuan tersebut. Analisis awal yang dilakukan oleh Tim Bahan Berbahaya (HAZMAT) menemukan bahwa bahan tersebut tidak berbahaya. Meskipun demikian, penyelidikan atas insiden tersebut terus berlanjut.
Para korban dilaporkan mengalami gejala seperti sakit kepala dan segera dibawa ke rumah sakit setempat untuk dievaluasi. Untungnya, mereka telah dibebaskan tanpa masalah kesehatan yang serius. Selain bubuk yang tidak diketahui identitasnya, paket tersebut juga berisi apa yang disebut sebagai “propaganda politik”.
Pejabat Pangkalan Gabungan Andrews mengkonfirmasi respons cepat terhadap situasi tersebut, menguraikan tindakan yang diambil, termasuk evakuasi bangunan dan bangunan di sekitarnya. Responden pertama di lokasi melakukan penilaian komprehensif dan memastikan tidak ada ancaman langsung. Investigasi telah dirujuk ke Kantor Investigasi Khusus untuk ditinjau lebih lanjut.
Pangkalan Gabungan Andrews memainkan peran penting sebagai pusat aktivitas tingkat tinggi pemerintah AS dan berlokasi dekat Washington, DC. Patut dicatat bahwa hanya sehari sebelum kejadian, Presiden Donald Trump kembali ke pangkalan dari sebuah forum bisnis di Florida dengan menaiki Air Force One. Sebuah paket mencurigakan dilaporkan dibuka di gedung yang menampung Pusat Kesiapan Garda Nasional Udara, menyoroti potensi implikasi protokol keamanan pada instalasi sensitif tersebut.