Insiden penerbangan tragis terjadi pada 7 November 2025, ketika helikopter angkut Ka-226 jatuh di Republik Dagestan Rusia, menewaskan empat orang dan melukai tiga lainnya. Helikopter Pabrik Elektromekanis Kizlyar sedang terbang dari Kizlyar ke Izberbash ketika mengalami kesulitan di dekat desa Achi-Su di pantai Laut Kaspia. Pihak berwenang mengatakan pesawat itu menabrak sebuah rumah pribadi yang tidak berpenghuni, menyebabkan kebakaran yang kemudian dapat diatasi oleh kru darurat.
Para korban termasuk karyawan kunci Pabrik Elektromekanis Kizlyar, sebuah pabrik pertahanan yang memproduksi peralatan pesawat untuk pesawat militer seperti pesawat Sukhoi dan MiG. Di antara korban tewas adalah seorang wakil manajer umum, seorang kepala teknisi, dan seorang kepala desainer, yang menyoroti hilangnya signifikan kepemimpinan dan pengetahuan teknis organisasi tersebut. Pabrik tersebut, yang telah menghadapi sanksi internasional atas perannya dalam mendukung operasi militer Rusia, mengkonfirmasi kematian tersebut dalam pernyataan resmi.
Investigasi awal menunjukkan penyebabnya mungkin kesalahan teknis, seperti kerusakan mesin, meskipun penyelidikan penuh masih dilakukan. Pihak berwenang Rusia, termasuk Badan Transportasi Udara Federal dan Kementerian Situasi Darurat, membuka kasus pidana dengan tuduhan melanggar peraturan keselamatan penerbangan. Pada tahap ini, belum ada laporan sabotase.
Rekaman kejadian tersebut, yang direkam oleh para saksi dan diedarkan di media sosial, menunjukkan helikopter tersebut mendarat dengan keras di pantai dengan hidung menghadap ke atas, menyebabkan ekornya putus dan menjuntai secara berbahaya. Pilot berusaha untuk mendapatkan kembali kendali, mengudara lagi, dan bermanuver ke perairan dangkal meskipun terjadi kerusakan parah. Pesawat melayang tidak menentu sebelum membelok ke tanah, berputar di luar kendali dan akhirnya menabrak sebuah bangunan dengan ledakan yang berapi-api. Video ini dengan jelas menunjukkan rangkaian peristiwa yang mengarah pada bencana tersebut.
Kecelakaan itu telah menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan penerbangan di wilayah tersebut, terutama mengingat keterlibatan pabrik tersebut dalam produksi pertahanan penting. Layanan darurat segera merespons: 16 personel dan empat peralatan dilibatkan dalam memeriksa lokasi kejadian dan memadamkan api. Para korban dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Insiden ini menyoroti risiko yang terkait dengan pengoperasian helikopter, terutama di wilayah pesisir yang terkena berbagai kondisi cuaca. Pembaruan lebih lanjut diharapkan seiring dengan kemajuan penyelidikan.