Putra seorang miliarder Saudi menghadapi kritik tajam dari publik setelah muncul video yang menunjukkan dia sedang menguliahi warga tentang pemotongan tunjangan sosial oleh pemerintah saat berada di dalam pesawat jet pribadi.
Yazid Al Rajhi, seorang pembalap profesional dan pewaris salah satu keluarga terkaya di Arab Saudi, merekam dan membagikan video tersebut di akun media sosialnya awal pekan ini. Di dalamnya, ia mendesak masyarakat Saudi untuk mendukung keputusan pemerintah, meskipun keputusan tersebut mencakup tindakan yang tidak populer seperti pemotongan program kesejahteraan.
Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah sepupunya, Menteri Sumber Daya Manusia Ahmad Al Rajhi, mengumumkan penangguhan beberapa tunjangan sosial, sebuah langkah yang secara langsung berdampak pada banyak warga berpenghasilan rendah, termasuk orang lanjut usia, penyandang cacat, dan janda, menurut laporan Semafor.
Waktu dan nada pesan, yang disampaikan dari kenyamanan jet pribadi, dengan cepat mengejutkan. Banyak yang melihat video tersebut sebagai simbol kesenjangan yang semakin lebar antara elit kaya di Arab Saudi dan kelas pekerja, terutama di saat biaya meningkat dan dukungan sosial terbatas. Reaksi negatif ini juga telah menyebar ke luar Arab Saudi, memicu perbincangan global mengenai hak istimewa, kesenjangan kekayaan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Ayah Al Rajhi, mendiang Suleiman Al Rajhi, pernah terkenal karena filantropinya setelah menyumbangkan sebagian besar kekayaannya untuk amal. Namun tindakan generasi muda Al Rajhi baru-baru ini telah menarik perhatian pada bagaimana persepsi masyarakat terhadap kekayaan berubah, terutama karena media sosial semakin memperlihatkan hal-hal yang berlebihan.
Kritikus mengatakan kontroversi ini tidak hanya menyoroti kesenjangan, namun juga dampak buruk terhadap lingkungan akibat gaya hidup mewah. Jet pribadi, misalnya, merupakan salah satu cara bepergian yang paling banyak menghasilkan karbon, karena mengeluarkan karbon dioksida 14 kali lebih banyak per penumpang dibandingkan penerbangan komersial. Menurut penelitian Oxfam, orang-orang terkaya di dunia – sekitar 1% orang terkaya – bertanggung jawab atas emisi karbon dua kali lebih besar dibandingkan separuh populasi termiskin.
Kecaman seputar pernyataan Al Raja menjadi pengingat akan meningkatnya tuntutan akan akuntabilitas – tidak hanya dalam cara orang-orang kaya menggunakan pengaruh mereka, namun juga dalam cara mereka mengatasi dampak lingkungan dari pilihan mereka. Ketika negara-negara menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengurangi polusi, momen seperti ini menggarisbawahi perlunya pihak-pihak yang memiliki kekuasaan dan hak istimewa untuk memberikan contoh dalam membangun masa depan yang lebih bersih dan adil bagi semua orang.
Bergabunglah dengan buletin gratis kami untuk kabar baik Dan tips bermanfaatdan jangan lewatkan daftar cara mudah yang menyenangkan ini untuk membantu diri Anda sendiri sekaligus membantu planet ini.