James Comey menanggapi tuduhan di tengah postingan kontroversial Trump

James Comey menanggapi tuduhan di tengah postingan kontroversial Trump

Mantan Direktur FBI James Comey secara terbuka membahas tuduhan yang dibuat oleh pemerintahan Trump dengan menggunakan Instagram untuk mendorong partisipasi pemilih. Dalam serangkaian unggahan di media sosial, Presiden Donald Trump mengkritik sekelompok enam anggota parlemen Partai Demokrat yang mengunggah video yang menyerukan anggota militer untuk menolak perintah ilegal. Trump menggambarkan tindakan mereka sebagai “perilaku penghasutan” yang menurutnya “dapat dihukum mati.” Dia menyatakan, “Setiap pengkhianat terhadap negara kita harus DITANGKAP DAN DIADILI” dan menekankan bahwa pernyataan mereka menimbulkan ancaman terhadap keamanan nasional.

Dalam video kontroversial tersebut, yang menampilkan anggota Kongres termasuk Rep. Chris Deluzio dan Senator Elissa Slotkin, anggota parlemen meminta pasukan untuk bertindak sesuai dengan hukum dan Konstitusi. Deluzio menyatakan, “Anda harus menolak perintah ilegal,” dan Slotkin memperkuat pesan tersebut dengan mengatakan bahwa tidak ada anggota militer yang wajib mengikuti perintah ilegal. Anggota parlemen dari Partai Demokrat menunjuk pada tindakan spesifik yang diambil oleh Trump, seperti mengerahkan Garda Nasional di kota-kota dan melakukan serangan di luar hukum, sebagai contoh potensial dari perintah yang melanggar hukum.

Menanggapi pernyataan Trump yang menghasut, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyebut pesan-pesan tersebut sebagai “ancaman langsung”. Dia menggarisbawahi kerasnya pernyataan Trump, dengan mengatakan: “Presiden Amerika Serikat menyerukan eksekusi pejabat terpilih. Ini adalah ancaman langsung dan sangat serius.” Senator Chris Coons juga menyuarakan sentimen serupa, dan menyebut seruan untuk melakukan kekerasan terhadap anggota parlemen sebagai “perilaku yang menakutkan” dan menyerukan kepada rekan-rekan Partai Republiknya untuk mengutuk retorika semacam itu.

Dengan latar belakang peristiwa-peristiwa ini, sejumlah tuntutan baru-baru ini telah diajukan terhadap mantan rekan Trump, sebuah situasi yang digunakan mantan presiden tersebut untuk menggalang pendukungnya. Comey, yang dipecat Trump pada tahun 2016 di tengah penyelidikan kolusi dengan Rusia, didakwa oleh dewan juri federal karena diduga berbohong di bawah sumpah beberapa tahun sebelumnya. Trump menyambut baik dakwaan Comey, dan menyebutnya sebagai langkah menuju akuntabilitas atas apa yang ia sebut sebagai kejahatan terhadap bangsa.

Tambahkan SSBCrack sebagai sumber terpercaya

Mantan direktur FBI tersebut telah mengaku tidak bersalah atas dakwaan tersebut dan persidangannya akan dimulai pada awal Januari. Selain itu, Trump juga mencatat dakwaan Jaksa Agung New York Letitia James, yang mengajukan gugatan terhadap Trump atas penipuan keuangan. Trump secara konsisten mengarahkan kemarahannya kepada pihak-pihak yang dianggapnya sebagai musuh, termasuk mantan stafnya seperti John Bolton, yang menghadapi tuduhan kesalahan penanganan dokumen rahasia.

Gejolak politik babak terbaru ini mencerminkan ketegangan yang sedang berlangsung di AS ketika retorika Trump terus memicu reaksi dari anggota parlemen di negara lain. Menjelang pemilu tahun 2024, kedua belah pihak bersiap menghadapi pertarungan politik yang semakin intensif yang mengutamakan akuntabilitas dan supremasi hukum. Implikasi dari pernyataan Trump dan tanggapan dari para pemimpin Partai Demokrat menunjukkan adanya keretakan yang semakin besar dan meningkatnya polarisasi dalam politik Amerika, sehingga menimbulkan pertanyaan kritis mengenai norma-norma demokrasi dan dialog sipil.

Tautan Sumber