Shimla, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun dari distrik Sirmaur di Himachal yang hilang setelah kehilangan ingatannya karena cedera kepala, telah bertemu kembali dengan keluarganya 45 tahun kemudian setelah pukulan lain di kepala memulihkan ingatannya.
Adegan mengharukan pun terlihat saat Ricky yang kini akrab disapa Ravi Chaudhary kembali ke kampung halamannya di Nadi, dekat Nahan, bersama istri dan anak-anaknya pekan lalu. Kerabat Rihi menangis karena mereka yakin dia sudah tiada.
Anggota keluarga dan penduduk desa memberikan sambutan hangat kepada Rikhi dengan alat musik dan bunga saat ia bertemu kembali dengan saudara-saudaranya Durga Ram, Chander Mohan, Chandramani, Kaushalya Devi, Kala Devi dan Sumitra Devi, yang menangis melihatnya hidup setelah lebih dari empat dekade.
Rikhi sedang bekerja di sebuah hotel di Yamunanagar di Haryana ketika dia mengalami kecelakaan lalu lintas yang serius saat bepergian ke Ambala. Dia menderita cedera kepala dan hilang pada tahun 1980.
Cedera kepalanya yang sangat parah hingga mengakibatkan hilang ingatan total, bahkan Rishi lupa nama dan namanya. Teman-temannya kemudian menamainya Ravi Chaudhary.
Tanpa mengingat masa lalunya, Ricky pindah ke Mumbai, bertahan hidup dengan melakukan pekerjaan serabutan, dan kemudian menetap di Nanded, Maharashtra setelah mulai kuliah. Dia kemudian menikahi istrinya Santoshi dan memiliki tiga anak termasuk dua putri dan seorang putra.
Namun, beberapa bulan lalu, cedera kepala lainnya kembali mengubah hidupnya. Gambaran pohon mangga tua yang layu di desanya Nadi, jalan sempit dan halaman rumah di tempat bernama Satown mulai muncul dalam mimpinya. Rihi menyadari bahwa ini bukanlah mimpi melainkan kenangan.
Rihi meminta bantuan seorang mahasiswa untuk menemukan Satown dan mereka menemukan nomor telepon kafe saat mencari desa Nadi dan Satown di Google.
Rihi menelepon nomor tersebut dan berbicara dengan seorang pria bernama Rudra Prakash. Ketika kabar tersebar, salah satu kerabat Rihi, MK Chaubey, mengakui masa lalu Rihi telah hilang dan dia dipertemukan kembali dengan anggota keluarganya di Nadi setelah rincian lainnya dikumpulkan.
“Meskipun tidak ada yang mustahil, kasus pemulihan ingatan setelah trauma jarang didokumentasikan dan penyebab pastinya akan diketahui setelah pemeriksaan medis pada otak,” pakar kesehatan mental Dr Aaditya Sharma mengatakan kepada PTI pada hari Jumat.
Artikel ini dihasilkan dari feed otomatis kantor berita tanpa perubahan pada teks.