BJP dan TMC bentrok di luar kantor CEO di Kolkata karena SIR; polisi mengerahkan barikade

BJP dan TMC bentrok di luar kantor CEO di Kolkata karena SIR; polisi mengerahkan barikade

Ketegangan berkobar di luar kantor Chief Electoral Officer (CEO) di Kolkata pada Senin malam ketika para pekerja BJP dan Kongres Trinamool (TMC) bentrok mengenai Pengawasan Intensif Khusus (SIR) yang sedang berlangsung terhadap daftar pemilih di Benggala Barat.

Perkelahian sengit terjadi antara pekerja BJP dan TMC terkait SIR di luar kantor CEO di Benggala Barat (foto HT)

Polisi memasang barikade untuk memisahkan kedua kelompok, sementara ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar gerbang utama kantor KPU, menambah situasi yang sudah bergejolak.

Berbicara kepada kantor berita ANI, Presiden BJP Distrik Kolkata Utara Tamoghna Ghosh menuduh TMC mengirimkan “puzzler” untuk menggagalkan proses tersebut.

“Mereka adalah preman TMC dan datang ke sini untuk melakukan hooliganisme… Lihat perilaku dan tindakan mereka. Orang-orang ini bukan BLO… Mereka datang ke sini ke kantor CO pada tengah malam untuk melakukan intervensi. Kami telah menghentikan mereka,” katanya.

Sementara itu, video dari lokasi kejadian menunjukkan sekelompok besar orang mengelilingi gerbang KPU sambil meneriakkan slogan-slogan dan menuntut campur tangan pejabat tinggi. Tim polisi menjaga penjagaan ketat untuk mencegah kelompok BJP dan TMC saling berhadapan.

Baca juga | SIR Benggala Barat: 4 BLO lagi jatuh sakit dalam dua hari terakhir, dirawat di rumah sakit

Para pengunjuk rasa menuntut jawaban

Di antara para pengunjuk rasa terdapat beberapa guru sekolah yang mengatakan bahwa mereka menunjukkan solidaritas terhadap BLO: “Saya seorang guru. Saya bukan BLO. Kami di sini untuk mendukung BLO… Kami di sini untuk bertemu dengan pejabat Komisi Pemilihan Umum. Perwakilan kami ada di kantor. Sampai polisi menemui kami, protes kami akan terus berlanjut di sini,” kata seorang pengunjuk rasa kepada ANI.

Guru lain dari Murshidabad menyatakan bahwa SIR yang biasanya berlangsung selama dua tahun, kini dikompresi menjadi dua bulan. “Proses SIR… telah berlangsung selama dua bulan. Jutaan pemilih telah dikeluarkan dari daftar pemilih di Bihar. Konspirasi yang sama juga terjadi di sini,” kata seorang pengunjuk rasa, seraya menambahkan bahwa ribuan BLO siap untuk kembali jika para pejabat “tidak mendengarkan”.

Keluhan mengenai beban BLO semakin meningkat

Sebelumnya pada hari yang sama, BLO yang terlibat dalam proses SIR melakukan demonstrasi lain di luar kantor CEO mengenai apa yang mereka sebut sebagai “tekanan kerja berlebihan” dan “beban kerja yang tidak dapat dikelola”. Upaya mereka untuk masuk ke kantor menyebabkan perkelahian dengan polisi, kantor berita PTI melaporkan.

Kerusuhan ini terjadi di tengah banyaknya laporan mengenai penyakit BLO dan setidaknya tiga kematian, menurut PTI, sejak tahap penghitungan dimulai pada tanggal 4 November. Dua dari kematian tersebut disebabkan oleh bunuh diri, sementara yang lainnya disebabkan oleh “keadaan yang tidak wajar”, ​​demikian konfirmasi para pejabat.

Baca juga | BLO ditemukan tewas di Nadia Benggala, keluarga mengaku SIR karena stres pekerjaan

Ketua Menteri Mamata Banerjee secara terbuka menuduh Komisi Pemilihan Umum melakukan apa yang disebutnya sebagai “implementasi SIR yang tidak direncanakan” dan implementasinya dilakukan dengan “cara yang terburu-buru”.

Baca juga | Sungguh meresahkan, kata Mamata Banerjee, karena ada lagi BLO yang meninggal karena bunuh diri, salahkan SIR

CEO menyebut BLO ‘pahlawan sejati’

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Direktur Jenderal Benggala Barat Manoj Kumar Agarwal mengakui tekanan parah yang dihadapi BLO pada hari Senin.

“Kami mendapat pengaduan bahwa BLO tertekan dan ada yang sakit. Kami sudah minta bantuan Kejaksaan. “Laporan mereka akan tersedia dalam satu atau dua hari sebelum kami dapat mengambil tindakan.”

Menyebut pekerjaan mereka “sangat sulit”, Agarwal mengatakan BLO “mengerahkan yang terbaik” dalam latihan SIR dan menggambarkan mereka sebagai “pahlawan sejati” dari peninjauan yang sedang berlangsung.

Tautan Sumber