Rohtak: Keluarga seorang pelajar berusia 30 tahun dari Charhi Dadri di Haryana, yang diduga ditikam hingga tewas di Worcester, Inggris pada tanggal 25 November, telah meminta pemerintah untuk segera memberikan bantuan diplomatik guna memastikan penyelidikan penuh dan membawa jenazahnya pulang.
Berbicara kepada HT melalui telepon, kakak laki-laki almarhum Vijay, Sheoran Ravi, seorang warga desa Jagrambas Charkhi Dadri, mengatakan saudara laki-lakinya pergi ke Inggris untuk melanjutkan pendidikannya pada 18 Februari setelah secara sukarela mengundurkan diri dari Badan Pusat Cukai dan Bea Cukai.
“Kami telah menerima informasi dari Polisi West Mercia (Inggris) bahwa Vijay ditemukan dengan luka yang mengancam nyawa di Worcestershire pada tanggal 25 November sekitar pukul 04:15 GMT. Polisi telah menangkap lima orang dan mereka saat ini dibebaskan dengan jaminan. Kami tidak tahu mengapa saudara laki-laki saya terbunuh dan kami tidak memiliki informasi tentang penyerangnya,” tambahnya.
Almarhum belajar di Universitas West of England (UWE) di Bristol. Ravi mengatakan mereka telah menulis surat kepada Menteri Luar Negeri untuk meminta bantuan mendesak dari Komisi Tinggi India di London untuk memulangkan jenazah tersebut.
“Keluarga kami sangat terpukul dengan kejadian ini. Kami meminta MEA membantu kami membawa kembali jenazah saudara laki-laki saya untuk upacara terakhir. Karena rumitnya formalitas hukum dan dokumentasi di Inggris, sulit bagi kami untuk mengurusnya sendiri,” kata Ravi dalam suratnya.
Ia menambahkan, Vijay terakhir kali bertugas di Kochi sebelum pensiun untuk belajar di luar negeri. Ravi juga meminta dukungan dari Menteri Persatuan Manohar Lal Khattar dan Ketua Menteri Haryana Nayab Singh Saini.
BJP MLA dari Charkhi Dadri, Sunil Sangwan mendesak pemerintah Union untuk memastikan pemulangan jenazah Vijay dengan cepat, selain menuntut penyelidikan yang adil atas pembunuhan tersebut.
Pengacara yang berbasis di London, Sukhwinder Nara, yang merupakan mantan wakil advokat senior Punjab dan Pengadilan Tinggi Haryana, mengatakan bahwa orang India yang bukan penduduk memprakarsai crowdfunding tersebut sehingga jenazah Vijay dapat dikirim kembali dengan cepat.
“Saya mengimbau mahasiswa India yang datang ke Inggris untuk tetap waspada meski bertemu dengan mahasiswa India,” tambahnya.
Berdasarkan informasi awal, para penyerang adalah pelajar dari Haryana dan Punjab, dan kejadian tersebut terjadi setelah adu mulut verbal. Polisi belum merilis identitas para penyerang.
Polisi West Mercia mengatakan mereka telah menangkap lima pria, berusia antara 22 dan 35 tahun, karena dicurigai melakukan percobaan pembunuhan. Det Insp Corrie Horobin, dari divisi detektif Worcester, mengatakan: “Kami telah menangkap lima orang sebagai bagian dari penyelidikan awal kami dan sedang berupaya untuk mengetahui keadaan sebenarnya dari insiden tersebut.”