Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan penyelesaian sistem pertahanan udara laser modern yang disebut Iron Beam, yang dijadwalkan akan dikerahkan pada akhir Desember. Pencapaian tersebut terjadi pada saat yang kritis ketika Israel mengintensifkan aksi militer terhadap Hizbullah dan infrastrukturnya, bahkan di tengah gencatan senjata yang telah berlangsung selama lebih dari setahun.
Dalam pertemuan puncak pertahanan baru-baru ini di Tel Aviv, Daniel Gold, kepala penelitian dan pengembangan departemen tersebut, mengartikulasikan potensi dampak sistem Iron Beam. Dia mengatakan hal itu dimaksudkan untuk “secara mendasar mengubah aturan keterlibatan di medan perang.” Setelah pengujian ekstensif memastikan keefektifannya, Gold berjanji sistem tersebut akan “beroperasi awal” pada akhir tahun ini, meskipun Departemen Pertahanan belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai penerapan operasionalnya.
Inisiatif Iron Beam menandai tonggak penting dalam pengembangan teknologi pertahanan Israel dan merupakan hasil pengembangan bersama selama lebih dari satu dekade yang melibatkan perusahaan pertahanan negara Rafael dan perusahaan pertahanan swasta Elbit. Sistem laser baru ini dirancang untuk memperkuat kemampuan Israel dalam mencegat ancaman udara seperti drone dan proyektil yang masuk, serta melengkapi sistem yang sudah ada seperti Iron Dome.
Iron Dome telah memainkan peran penting dalam menyediakan pertahanan jarak pendek terhadap rudal dan serangan rudal, sementara sistem lainnya, termasuk David’s Sling dan berbagai generasi rudal Arrow, fokus pada mencegat rudal balistik menggunakan campuran teknologi Israel dan Amerika. Pengenalan Iron Beam menjanjikan alternatif yang hemat biaya untuk memerangi ancaman udara, menggunakan teknologi laser canggih untuk menetralisir target dengan cepat.
Pengumuman ini menyusul masa sulit bagi sistem pertahanan rudal Israel. Awal tahun ini, selama konfrontasi 12 hari dengan Iran, Israel menghadapi kekurangan yang signifikan dalam kemampuan pertahanan rudalnya, dengan lebih dari 50 rudal dilaporkan melanggar pertahanannya dan menyebabkan 28 korban jiwa.
Ketika ketegangan geopolitik terus meningkat, pengenalan sistem laser Iron Beam dapat mewakili transformasi yang menentukan dalam kebijakan pertahanan Israel, mempersenjatai negara tersebut dengan peralatan yang lebih baik untuk melindungi wilayah udaranya dan menanggapi ancaman yang terus berkembang.