Edwin Soeryajaya (kiri) dan Garibaldi Thohir.
Soeryadjaya: Antara Foto/Aspilla Dwi Adha; Thohir: Ulli Zoelkarnein
Kisah ini merupakan bagian dari liputan Forbes tentang orang terkaya Indonesia tahun 2025. Simak daftar lengkapnya. Di Sini.
Melonjaknya harga emas, yang mencapai puncaknya pada hampir $4.400 per ounce pada bulan Oktober, telah memberikan keuntungan bagi sejumlah keuntungan yang terkait dengan logam tersebut. Garibaldi Thohir dan Edwin Soeryajaya memanfaatkan momen ini dengan mengumpulkan dana sebesar Rp4,7 triliun ($280 juta) dalam IPO perusahaan pertambangan emas mereka, Merdeka Gold Resources, pada bulan September. Tambang emas Pani yang terletak di Pulau Sulawesi dengan cadangan sekitar 5 juta ons emas merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia.
Saham Archi Indonesia milik Peter Sondach, salah satu penambang emas terbesar di negara ini, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga meningkatkan kekayaannya sebesar $1 miliar menjadi $3,1 miliar.
Tak ketinggalan, Anthony Salim dan Agoes Proyosasmito, pemegang saham perusahaan batu bara Bumi Resources dan perusahaan pertambangan emas dan tembaga Bumi Resources Minerals, juga turut berkontribusi. Saham Bumi Resources melonjak setelah mengakuisisi penambang emas Australia Wolfram pada bulan November senilai A$63 juta ($41 juta).
Alberto Migliucci, pendiri dan CEO Petra Commodities yang berbasis di Singapura, memperkirakan harga logam kuning akan terus melanjutkan rekor pertumbuhannya, meskipun dengan periode koreksi. Ia juga mencatat bahwa tambang emas semakin sulit ditemukan dan dikembangkan.