Diperbarui: 11 Desember 2025, 22:16 IST
Perdana Menteri Modi akan mengakhiri turnya dengan kunjungan ke Oman pada 17-18 Desember atas undangan Sultan Haitham bin Tariq.
DELHI BARU: Perdagangan, keamanan dan stabilitas regional akan menjadi agenda utama kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Yordania, Ethiopia dan Oman mulai tanggal 15 Desember, kata Kementerian Luar Negeri pada hari Kamis.
Modi akan memulai tur tiga negaranya dengan perjalanan ke Yordania pada 15-16 Desember atas undangan Raja Abdullah II. Pembicaraan Modi dengan Raja Yordania akan fokus pada peninjauan hubungan bilateral dan membahas isu-isu regional, kata kementerian tersebut.
Kedua negara merayakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik, dan kunjungan ini memberikan kesempatan untuk memperkuat hubungan bilateral, menjajaki jalur kerja sama baru untuk pertumbuhan dan kemakmuran bersama, dan menegaskan kembali komitmen India terhadap perdamaian, kemakmuran, keamanan dan stabilitas regional, kata kementerian tersebut.
Pada kunjungan kedua, Modi akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Ethiopia pada 16-17 Desember atas undangan Perdana Menteri Abiy Ahmed Ali. Ini akan menjadi kunjungan pertama Modi ke Ethiopia dan dia akan mengadakan pembicaraan dengan Ali mengenai hubungan bilateral.
“Sebagai mitra di Global South, kunjungan ini akan menjadi konfirmasi atas komitmen bersama kedua negara untuk mengembangkan hubungan persahabatan dan kerja sama bilateral yang erat,” kata kementerian tersebut.
Modi akan mengakhiri turnya dengan kunjungan ke Oman pada 17-18 Desember atas undangan Sultan Haitham bin Tariq. Ini merupakan kunjungan keduanya ke Oman. Kedua negara memiliki kemitraan strategis yang didukung oleh ikatan persahabatan, perdagangan, dan hubungan antar masyarakat yang telah terjalin selama berabad-abad.
Kunjungan ini sekaligus memperingati 70 tahun terjalinnya hubungan diplomatik dan merupakan kelanjutan dari kunjungan Sultan Haitham ke India pada Desember 2023. Kunjungan tersebut akan menjadi kesempatan bagi kedua belah pihak untuk meninjau kembali hubungan bilateral di bidang perdagangan, investasi, energi, pertahanan, keamanan, teknologi dan pertanian, serta membahas isu-isu regional dan global.