NASA untuk sementara kehilangan kontak dengan pesawat ruang angkasa MAVEN miliknya, pengorbit Mars yang telah mempelajari atmosfer bagian atas planet ini selama hampir satu dekade. Kegagalan terjadi ketika pesawat ruang angkasa berhenti mengirimkan data telemetri dan sains, sehingga mendorong para insinyur untuk memulai operasi pemulihan.
MAVEN telah mengorbit di sekitar Mars sejak tahun 2014 dan memainkan peran penting dalam memahami bagaimana atmosfer planet ini menipis seiring berjalannya waktu. Dengan melacak interaksi antara atmosfer Mars dan angin matahari, misi ini memberikan informasi penting tentang transisi Mars dari dunia yang berpotensi layak huni ke lingkungan yang dingin dan kering seperti yang kita lihat saat ini.
Hilangnya komunikasi saat ini tidak dianggap sebagai kesalahan misi yang dikonfirmasi. Pesawat luar angkasa terkadang masuk ke mode aman untuk melindungi sistem di dalamnya, yang dapat menghentikan komunikasi untuk sementara. Namun, kurangnya sinyal masih menjadi masalah operasional yang serius.
Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA dan tim Lockheed Martin yang membangun dan mengoperasikan MAVEN sedang menjalankan protokol pemulihan terstruktur. Hal ini termasuk mengirimkan perintah koreksi, memeriksa sinyal respons yang lemah, dan menganalisis potensi malfungsi pada pesawat. Semua diagnosis harus dilakukan dari jarak jauh, sehingga prosesnya lambat dan metodis.
NASA belum menentukan penyebab kegagalan tersebut, namun memperkirakan pesawat ruang angkasa tersebut dapat dipulihkan berdasarkan perkiraan awal. Rekam jejak sains MAVEN yang panjang menjadikannya aset penting untuk eksplorasi Mars yang sedang berlangsung, dan tim misi fokus untuk kembali beroperasi penuh sesegera mungkin.
(Cerita di atas pertama kali muncul di Terkini pada 12 Desember 2025 pukul 10:17 EST. Untuk berita dan pembaruan lebih lanjut tentang politik, dunia, olahraga, hiburan, dan gaya hidup, kunjungi situs web kami di terkini.com).