Diterbitkan: 29 Okt 2025 03:02 IST
Kaz Sawyer mendapat reaksi balik setelah membagikan video TikTok yang mengaku telah membobol kolam renang tanpa batas di hotel Marina Bay Sands Singapura.
YouTuber Amerika dan influencer TikTok Kaz Sawyer mengungkapkan bahwa dia menerima ancaman pembunuhan setelah video dirinya “menyelinap” ke kolam renang tanpa batas di hotel Marina Bay Sands Singapura menjadi viral. Klip tersebut sebelumnya memicu reaksi balik ketika pengguna media sosial menuduh YouTuber tersebut melakukan pelanggaran. Sawyer meminta maaf atas aksinya dalam video baru-baru ini. Namun, dia menolak menjelaskan apakah dia benar-benar menyelinap ke dalam kolam atau hanya sandiwara.
Dari mana semuanya dimulai?
Pada 19 Oktober, Sawyer membagikan video yang menunjukkan dia berenang di kolam renang tanpa batas hotel mewah tersebut. Namun, dalam video tersebut, dia mengaku memasuki wilayah tersebut tanpa izin yang semestinya.
Video tersebut memicu kemarahan di media sosial. Orang-orang mengkritik YouTuber karena tidak peka, dan beberapa orang mengklaim bahwa memasuki properti tanpa izin merupakan pelanggaran pidana.
“Sekarang saya menerima ancaman pembunuhan”
Menanggapi kritik tersebut, YouTuber berusia 24 tahun itu membagikan video di TikTok yang berisi permintaan maaf atas perbuatannya. Ia kemudian mengakui bahwa perselisihan tersebut mengakibatkan banyaknya ancaman pembunuhan dan hukuman penjara.
Influencer TikTok menyebutkan bahwa tamu hotel dapat menggunakan kolam renang, tetapi tidak merinci apakah dia pernah menginap di hotel tersebut. Ketika salah satu pengguna media sosial bertanya apakah video tersebut parodi, Sawyer menjawab, “Pengacara saya mengatakan saya tidak dapat mengkonfirmasi atau menyangkal.”
Bagaimana reaksi pihak hotel?
Berbicara tentang video viral “invasi properti”, juru bicara hotel mengatakan kepada Mothership bahwa manajemen hotel mengetahui kejadian tersebut.
“Kami ingin mengingatkan semua pengunjung bahwa hanya tamu hotel yang diizinkan menggunakan kolam renang tanpa batas dan kami tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang tepat terhadap individu yang dengan sengaja memasuki lokasi kami tanpa izin.”