Kabarperistiwa.com – Usai cerai dengan Tama Gandjar pada 13 Juli 2017 lalu. Kini wanita bernama lengkap Kirana Larasati Hanafiah menjadi single perent. Selain menjalani kehidupan sendiri, ia juga sibuk membesarkan putra semata wayangnya sendiri, Kyo Karura Gantama.

Untuk diketahui, bahtera rumah tangga Kirana Larasati dengan Tama Gandjar harus kandas saat tahun kedua pernikahan dan putra semata wayang mereka, Kyo Karura Gantama belum berusia 1 tahun pada saat itu.

Kini, Kyo sudah berusia 6 tahun. Pengalaman rumah tangganya dengan Tama Gandjar, membuat Kirana Larasati bertekad untuk fokus membesarkan Kyo hingga tumbuh dewasa. Ia pun berjanji akan mendidiknya akan menjadi seorang pria yang gentleman.

 

Baca: Jadi Solo Traveler, Intip 4 Potret Kirana Larasati Nimati Liburan ke Tokyo Japan

Kirana Larasati Fokus Besarkan Anak

Membesarkan seorang tanpa kehadiran sosok suami memang berat. Akan tetapi bagi Kirana Larasati hal ini bisa ia lakukan meski tanpa kehadiran sosok suaminya. Ia akan mendidik putranya hingga menjadi dewasa dan lebih bertanggung jawab terutama atas dirinya sendiri.

“Goal aku untuk Kyo adalah dia akan menjadi gentleman dari semua sisi. Dia adalah orang rajin, bisa bekerja, bertanggung jawab untuk diri sendiri, keluarga, negara, dan lingkungan. Dia harus tahu bagaimana cara menghargai perempuan,” kata Kirana, yang dikutip Kabarperistiwa.com dari kanal YouTube Daniel Mananta Network.

Kirana Larasati Fokus Besarkan Anak
Kabarperistiwa.com/Kolase – Ist.

Baca: Seksi dan Hot, Janda 1 Kirana Larasati Pamer Momen Yoga, Lentur Banget Badanya!

Selain itu, ia pun berjanji atas dirinya, jika putra semata wayangnya itu sudah berajak dewasa dan memiliki keluarganya sendiri, ia tidak akan mencampuri urusan rumah tangga putranya itu. Dirinya akan selalu mendukung apapun pilihannya.

“Apapun yang nanti Kyo hadapi dan jalani di hidupnya, semua itu adalah kehendak Tuhan. Ketika dia memilih untuk mempertahankan rumah tangganya, aku akan dukung. Kalaupun dia memilih untuk berpisah, aku juga tetap dukung,” ucap Kirana.

“Aku melihat dia sebagai anak, tapi dia juga anak yang sudah menjadi orang dewasa yang sudah bisa mengambil keputusan sendiri. Aku harus hargai itu,” imbuhnya.

Disisi lain, Ia mengaku sempat merasa khawatir dengan sang putra karena tidak bisa memiliki orang tua yang lengkap di usia muda. Hal itu menjadi salah satu penyebab kebingungan yang dia alami ketika akan bercerai.

“Jujur saat itu ada ketakutan karena jadi janda. Gue bisa punya pasangan lagi enggak ya? Masih ada yang suka enggak ya? Terus anak gue gimana kalau tidak ada sosok ayah di rumah,” kata wanita berusia 35 tahun itu.

“Itu antara membuat gue stres, atau malah mati rasa karena kekagetan. Ternyata hal yang terjadi pada orang tua gue, terjadi juga sama gue. Lalu mikir ke anak, gimana kalau dia kehilangan kasih sayang dari bapaknya?” tuturnya.

Momen Pahit Dari Perceraian

Kirana Larasati kemudian menceritakan momen pahit dari perceraian yang dia alami, dan bagaimana dirinya menghadapi sang putra pasca bercerai. Kirana Larasati hanya sempat membangun rumah tangga selama 2 tahun sebelum pada akhirnya bercerai dari Tama Gandjar. Kirana mengaku pada awalnya ia merasa tidak yakin untuk menikah.

“Sebenarnya red flag itu ada ketika pacaran. Keraguan itu muncul beberapa kali. Setelah lamaran pun bertengkar hebat juga ada 1-2 kali yang sempat hampir batal, padahal sudah lamaran. Lalu yang membuat aku akhirnya meneruskan adalah perasaan terburu-buru,” ungkap Kirana.

Momen Pahit Dari Perceraian
Kabarperistiwa.com/Kolase – Ist.

Pada saat itu, Kirana merupakan satu-satunya yang belum menikah di keluarga. Kedua saudarinya telah menikah di usia muda.

Hal itu membuat Kirana yang hampir berusia 28 tahun merasa cemas. Kini berujung cerai, Kirana berusaha menanamkan prinsip yang lebih baik kepada sang putra agar tidak terjebak di pengalaman yang sama.

“Itulah pelajaran yang aku petik dari sekarang. Red flag tidak boleh dilanjutkan. Dengarkan kata hati. Prinsip itu harus dipegang teguh, jangan hanya karena nurutin sosial kamu seperti apa. Itu nanti yang juga gue ajarkan ke Kyo,” kata pesinetron Hafizah.

Sempat merasa cemas ketika akan bercerai, Kirana Larasati akhirnya berhasil meyakinkan diri sendiri. Ia percaya bahwa apa yang terjadi di kehidupannya adalah jalan dari Tuhan.

Kirana Larasati kini berusaha menjalankan peran sebagai Bunda dengan baik. Meski kerap merasa cemas, ia selalu mengingat pesan yang diberikan dari salah satu mantan kekasihnya.

“Ada satu pelajaran juga yang gue petik dari mantan pacar setelah cerai. Dia duda 3 anak dan dia bilang jangan terlalu khawatir dengan anak, karena anak kita adalah anak Tuhan. Kita jaga semampu kita, tapi yang akan tentukan jalan hidup mereka adalah Tuhan,” ujar Kirana.

“Jadi ketika saya khawatir dengan anak, saya yakin dia disertai kok dengan Tuhan. Yang penting saya sebagai orang tua berikan yang terbaik. Gue menguatkan dan meyakinkan diri sendiri bahwa Tuhan itu punya jalan. Gue sebagai ibu itu cukup, dan kalau ada yang kurang, maka Tuhan yang akan cukupi,” tuturnya.

Setelah Cerai Mengaku Lebih Lega

Setelah bercerai, Kirana mengaku lebih lega menjalani kehidupannya. Ia juga menemukan banyak hal positif yang membuatnya bangkit kembali, Bunda.

Setelah Cerai Mengaku Lebih Lega
Kabarperistiwa.com/Kolase – Ist.

“Malah sekarang di saat saya berusia 35 tahun, saya merasa lebih energik dan sehat. Saya merasa lebih attractive. Itu dari orang-orang, katanya Kiki makin ke sini makin wow. Mungkin karena aku lebih belajar hidup sehat, lebih mikir, lebih mendengarkan hati. Karena itu jadi lebih bagus daripada dulu,” ia bercerita.

“Ketika bercerai jujur aku lebih lega karena sepanjang menjalani (pernikahan), ternyata banyak sekali ketidakcocokan yang berujung pada ketidakharmonisan. Memang kita tidak harmonis dan itu adalah jalan satu-satunya pada saat itu,” tuturnya.*

Share.