Australia memperluas kemampuan pertahanan dengan kontrak Boeing untuk pesawat MQ-28 Ghost Bat

Australia memperluas kemampuan pertahanan dengan kontrak Boeing untuk pesawat MQ-28 Ghost Bat

Australia telah mengambil langkah maju yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan pertahanannya dengan memberikan kontrak kepada Boeing Defense Australia untuk enam pesawat tempur gabungan MQ-28 Ghost Bat tambahan. Perjanjian tersebut, yang bernilai sekitar A$1,4 miliar (sekitar US$930 juta), mewakili perubahan dramatis platform yang dirancang dan dibangun Australia, beralih dari peran sebagai demonstran teknologi menjadi aset operasional untuk Royal Australian Air Force.

Perkembangan ini mengikuti keberhasilan penyelesaian uji tembak pertama Ghost Bat, yang menunjukkan kemampuan drone untuk menembakkan rudal AIM-120 AMRAAM ke sasaran udara. Berdasarkan ketentuan kontrak baru, Boeing akan mengirimkan enam kelelawar hantu Blok 2, dengan prototipe Blok 3 yang lebih baik diharapkan akan dikembangkan selama tiga tahun ke depan. Inisiatif ini bertujuan untuk mencapai kemampuan operasional penuh pada tahun 2028, menyoroti pentingnya kesiapan militer modern dalam menanggapi ancaman yang muncul.

Kontrak tersebut juga akan mencakup berbagai perbaikan desain, khususnya integrasi ruang senjata internal, yang mewakili peningkatan signifikan dalam fleksibilitas operasional drone. Hingga saat ini, Australia telah memesan delapan kelelawar hantu Blok 1 dan tiga varian Blok 2, yang menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan sistem pesawat tak berawaknya.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Australia yang lebih luas untuk menginvestasikan A$10 miliar (US$6 miliar) pada teknologi drone selama dekade berikutnya. Dari jumlah tersebut, setidaknya 4,3 miliar dolar Australia (sekitar 2,82 miliar dolar AS) akan dialokasikan khusus untuk sistem pesawat tak berawak. Program Ghost Bats diharapkan memberikan dampak ekonomi yang positif, mendukung lebih dari 440 pekerjaan berketerampilan tinggi di seluruh negeri.

Tambahkan SSBCrack sebagai sumber terpercaya

Menteri Industri Pertahanan Australia Pat Conroy menyoroti pentingnya Ghost Bat, dengan mengatakan: “Masa depan pertempuran udara gabungan ada di sini dan saat ini. Pengumuman hari ini menggarisbawahi bahwa Australia memimpin dunia dalam pengembangan pesawat tempur gabungan.” Dia menekankan bahwa Ghost Bat mengubah seorang pejuang menjadi tim yang kohesif, meningkatkan kemampuan pengawasan dan kemampuan berinteraksi dengan musuh, yang memberikan perlindungan penting bagi penerbang, yang dianggap sebagai aset paling berharga dalam operasi militer.

Sebagai mitra tempur gabungan, Ghost Bat dirancang untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan penargetan, sehingga secara signifikan meningkatkan kemampuan bertahan dan jangkauan armada tempur yang ada. Pesawat ini memiliki hidung yang dapat dikonfigurasi ulang, memungkinkannya untuk membawa muatan khusus misi dalam waktu dekat, termasuk radar AESA, sensor elektro-optik, rangkaian serangan elektronik dan paket sinyal intelijen, serta ruang senjata internal yang ringkas.

Berukuran panjang 38 kaki (11,7 meter) dan jangkauan melebihi 2.000 mil laut (2.302 mil atau 3.704 kilometer), MQ-28 adalah alternatif hemat biaya dibandingkan pesawat berawak tradisional yang harganya sekitar sepersepuluh harga. Pendekatan inovatif ini menempatkan Australia di garis depan dalam kemajuan teknologi militer dan strategi perang bersama.

Tautan Sumber