Bosch berjuang mengatasi kesulitan produksi meskipun ada harapan berkurangnya pasokan chip

Bosch berjuang mengatasi kesulitan produksi meskipun ada harapan berkurangnya pasokan chip

BERLIN (Reuters) – Pemasok mobil Jerman Bosch sedang berjuang mengatasi gangguan di tiga lokasi produksi meskipun ada tanda-tanda perselisihan dagang yang berkembang mengenai pembuat chip Nexperia yang telah mempengaruhi ribuan pekerja, kata perusahaan itu pada Selasa.

“Saat ini, kami dapat mengonfirmasi bahwa produksi di pabrik Ansbach, Salzgitter, dan Brahe terus terkena dampaknya,” kata juru bicara perusahaan kepada Reuters.

“Kami terus memprioritaskan segala yang kami bisa untuk melayani pelanggan kami dan menghindari atau meminimalkan kendala produksi.”

Tiongkok dan Belanda terlibat dalam “pertempuran untuk menguasai Nexperia” sejak pemerintah Belanda mengambil alih perusahaan Belanda milik Tiongkok pada akhir September karena kekhawatiran akan transfer teknologi.

Langkah ini mendorong pihak Tiongkok untuk membatasi ekspor produk jadi perusahaan tersebut, sehingga memicu kepanikan atas kemungkinan penurunan produksi di sektor otomotif.

Chip Nexperia berteknologi sederhana tetapi ada di mana-mana dalam sistem elektronik otomotif dan produk konsumen lainnya.

Karena kekurangan pasokan memperlambat produksi, Bosch memulangkan pekerja bila diperlukan.

Di Jerman, perusahaan tersebut menerapkan kebijakan cuti “sesuai kebutuhan” yang didukung pemerintah untuk 300 hingga 400 pekerja di lokasi Salzgitter, yang memiliki total tenaga kerja 1.300 orang, dan telah memberhentikan sekitar ⁠650 dari 2.500 karyawan di lokasi Ansbach, kata seorang juru bicara.

Di pabrik Braga di Portugal, sekitar 2.500 dari 3.300 karyawan terkena dampak penyesuaian sementara jam kerja atau “cuti,” tambah juru bicara tersebut.

Bosch mengatakan pihaknya memantau dengan cermat perkembangan kebijakan perdagangan dan mencatat “langkah awal” menuju dialog kebijakan antara pihak-pihak yang terlibat.

Delegasi pejabat senior ekonomi Belanda akan mengunjungi Beijing minggu ini dalam upaya untuk menemukan kompromi.

(Laporan oleh Ilona Wissenbach dan Rachel More; Disunting oleh Ian Harvey)

Tautan Sumber