Collins Aerospace telah menjalin kemitraan penting dengan Angkatan Udara dan Luar Angkasa Kerajaan Belanda (RNLASF) untuk mendirikan pusat pemeliharaan avionik militer khusus. Inisiatif ini dirancang untuk secara signifikan meningkatkan kesiapan operasional armada F-35 dan CH-47F Eropa, yang mencerminkan strategi komprehensif untuk meningkatkan kemampuan sektor penerbangan militer Belanda.
Fasilitas baru ini rencananya akan berbasis di pangkalan Komando Dukungan Udara RNLASF dan akan menawarkan layanan perbaikan, pemeliharaan, dan manajemen rantai pasokan yang ekstensif. Inisiatif ini tunduk pada perjanjian multi-tahun milik pemerintah, yang dikelola kontraktor, untuk mencapai kemampuan operasional awal pada tahun 2026. Memanfaatkan pengalaman luas Collins dalam operasi tingkat depot, serta jaringan layanan militer globalnya, pusat ini bertujuan untuk memberikan solusi siklus hidup penuh yang disesuaikan dengan militer Belanda.
Pendirian pusat layanan ini diharapkan dapat melengkapi sumber daya yang sudah ada, antara lain Pusat Kesiapan Pilot F-35 di Sosterberg dan Depot Mesin F135 Pratt & Whitney. Bersama-sama, fasilitas-fasilitas ini akan menciptakan infrastruktur pendukung yang komprehensif untuk pemeliharaan dan keberlanjutan pesawat militer modern. Hasil yang diharapkan mencakup pengurangan waktu perbaikan avionik, peningkatan ketersediaan armada, dan peningkatan kesiapan secara keseluruhan, terutama di lingkungan operasi yang semakin kompleks dan penuh persaingan.
Letnan Jenderal Andre Steer dari RNLASF menekankan perlunya strategis untuk penempatan sumber daya yang efektif guna mempertahankan keadaan kesiapan, dengan mengumandangkan moto: “Berjuang malam ini, bertarung besok, bertarung bersama.” Dia menekankan bahwa kemitraan dengan produsen seperti Collins Aerospace sangat penting untuk mempertahankan sistem senjata modern dan memperkuat kemampuan operasional angkatan bersenjata.
Dalam konteks yang lebih luas, Belanda telah terlibat aktif dalam berbagai inisiatif untuk memodernisasi kemampuan avionik militernya selama setahun terakhir. Collins Aerospace memainkan peran penting dalam modernisasi ini, memperluas kehadirannya di Eropa dengan mengintegrasikan teknologi diagnostik dan perbaikan canggih untuk pesawat F-35. Upaya ini konsisten dengan solusi pemeliharaan digital yang telah diterapkan oleh RNLASF.
Selain itu, Thales Nederland telah memulai modernisasi signifikan pada avionik helikopter NH90 Belanda. Peningkatan ini mencakup sistem navigasi, komunikasi dan misi canggih yang meningkatkan interoperabilitas dengan mitra NATO. Belanda juga bergabung dalam latihan gabungan Eropa yang bertujuan untuk menguji integrasi jaringan avionik pada platform sekutu. Latihan ini menekankan pembagian data yang aman, fusi sensor, dan ketahanan peperangan elektronik, yang menggarisbawahi komitmen negara tersebut untuk mengembangkan kemampuan militernya bersama sekutunya.