Gedung Putih: Kepemimpinan Maduro ‘tidak sah’ dan serangan kapal di Venezuela akan terus berlanjut

Gedung Putih: Kepemimpinan Maduro ‘tidak sah’ dan serangan kapal di Venezuela akan terus berlanjut

Gedung Putih menegaskan posisinya mengenai kepemimpinan Venezuela, dan menyebut rezim Presiden Nicolas Maduro “tidak sah.” Pengumuman ini muncul di tengah operasi militer yang sedang berlangsung terhadap kapal-kapal yang diduga menyelundupkan narkoba di Karibia, sebuah taktik yang telah menimbulkan masalah etika dan hukum yang serius.

Laporan terbaru menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth mungkin telah memerintahkan serangan militer kontroversial terhadap kapal yang diduga menyelundupkan narkoba. Dugaan perintah untuk melakukan serangan kedua, yang menargetkan korban selamat dari serangan awal, telah menarik perhatian dari berbagai anggota parlemen dan mendorong penyelidikan baik di DPR maupun Senat. Kritik tersebut sangat keras terutama dari Senator Partai Demokrat Mark Kelly, yang menganggap tindakan yang dilaporkan tersebut berpotensi merupakan kejahatan perang. Dia menekankan bahwa menyerang orang yang selamat di dalam air jelas merupakan pelanggaran hukum internasional.

Senator Tim Kaine juga memberikan pendapatnya, dengan mengatakan bahwa jika laporan tersebut akurat, situasinya dapat meningkat menjadi pelanggaran hukum yang serius.

Di tengah kontroversi ini, Presiden Donald Trump secara terbuka membela Hegseth ketika didesak oleh wartawan tentang usulan perintah tersebut. Trump menekankan bahwa dia percaya pada pernyataan Hegseth bahwa dia tidak memerintahkan serangan lebih lanjut terhadap para penyintas. Dia berkata, “Dia bilang dia tidak mengatakan itu dan saya percaya padanya 100 persen,” sambil mengungkapkan ketidaknyamanannya dengan gagasan serangan kedua.

Tambahkan SSBCrack sebagai sumber terpercaya

Operasi militer tersebut terjadi pada 2 September, di mana pasukan khusus Angkatan Laut AS menyerang sebuah kapal yang membawa 11 orang yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba. Laporan menunjukkan bahwa setelah serangan pertama, dua orang yang selamat menjadi sasaran karena perintah Hegseth untuk tidak meninggalkan orang yang selamat.

Pendekatan kontroversial ini adalah bagian dari kampanye yang lebih luas oleh pemerintahan Trump, yang telah menyaksikan lebih dari selusin serangan militer terhadap kapal-kapal yang dicurigai sebagai teroris narkotika dalam beberapa bulan terakhir yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 80 orang. Hegseth dan yang lainnya berpendapat bahwa transaksi ini sah berdasarkan hukum AS dan internasional.

Ketika penyelidikan terus berlanjut dan kontroversi meningkat, dialog seputar tindakan militer AS dan hukum internasional tetap penting, yang mencerminkan ketegangan hukum dan etika.

Tautan Sumber