Dalam perkembangan penting bagi sektor penerbangan India, Hindustan Aeronautics Limited (HAL) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan saham gabungan publik Rusia United Aircraft Corporation (PAO-UAC) untuk memfasilitasi produksi pesawat penumpang SJ-100 di India. Perjanjian yang ditandatangani pada 28 Oktober 2025 ini merupakan langkah tegas menuju perluasan kemampuan manufaktur dalam negeri di bidang penerbangan sipil dan menandai pertama kalinya pesawat penumpang lengkap diproduksi di India sejak proyek AVRO HS-748 dilakukan beberapa dekade lalu.

MoU tersebut mendefinisikan kerangka kerja sama dimana HAL akan merakit SJ-100, jet regional lorong tunggal yang dirancang untuk rute jarak pendek, memanfaatkan transfer teknologi dari UAC. SJ-100, versi upgrade dari Sukhoi Superjet 100, menggunakan komponen impor untuk memastikan ketahanan terhadap gangguan dalam rantai pasokan internasional. Pesawat bermesin ganda ini diharapkan dapat menjadi aset utama dalam memperkuat konektivitas regional, terutama di bawah skema UDAN (Ude Desh ka Aam Naagrik) Pemerintah India, yang bertujuan untuk membuat perjalanan udara dapat diakses di daerah-daerah yang kurang terlayani. HAL menggambarkan SJ-100 sebagai “pengubah permainan” yang potensial untuk meningkatkan operasi jangka pendek dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan infrastruktur.


Perjanjian tersebut diresmikan di tengah pertimbangan geopolitik yang sedang berlangsung, termasuk fakta bahwa KLA tunduk pada sanksi internasional. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, kemitraan ini menyoroti penguatan hubungan antara India dan Rusia di sektor pertahanan dan kedirgantaraan, yang terjadi hanya beberapa minggu sebelum jadwal kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke India. Sumber menunjukkan bahwa kesepakatan itu ditandatangani di Moskow, memberikan hak kepada HAL untuk melokalisasi produksi pesawat, yang dapat mencakup perakitan, produksi komponen, dan potensi penyesuaian untuk memenuhi standar peraturan India.
Kolaborasi ini sejalan dengan inisiatif India “Make in India” yang lebih luas, yang bertujuan untuk mempromosikan manufaktur lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor teknologi penting. Dengan memproduksi SJ-100 di dalam negeri, India bertujuan untuk memenuhi permintaan perjalanan udara regional yang terus meningkat, di mana pesawat lorong tunggal seperti model ini dapat menghubungkan kota-kota kecil dan daerah terpencil secara efisien. Proyek ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, merangsang kemajuan teknologi dan meningkatkan kemandirian dalam industri penerbangan India.
Namun, perjanjian tersebut bukannya tanpa potensi risiko, karena interaksi dengan entitas Rusia yang terkena sanksi dapat menarik perhatian negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Para analis berpendapat bahwa India mengatasi tantangan-tantangan ini dengan menekankan sifat sipil dari perjanjian tersebut, berbeda dari kerja sama militer, sambil menjaga hubungan internasional yang seimbang.
Di masa depan, keberhasilan implementasi memorandum ini dapat membuka jalan bagi usaha patungan lebih lanjut di industri kedirgantaraan, yang berpotensi memperluas model atau sistem canggih lainnya. Baik HAL maupun UAC telah menyatakan optimisme mengenai potensi kemitraan ini untuk mentransformasi penerbangan regional di India, dengan jadwal produksi awal dan rincian investasi diharapkan dapat diselesaikan dalam diskusi berikutnya. Perkembangan ini tidak hanya memperkuat kerja sama bilateral tetapi juga menempatkan India sebagai pusat manufaktur pesawat terbang yang sedang berkembang di Asia.
