Kredit: www.ssbcrack.com
Jepang mengkonfirmasi pada hari Selasa bahwa pihaknya telah mengerahkan pesawat militer sebagai tanggapan atas penemuan pesawat tak berawak yang diduga milik Tiongkok di dekat Pulau Yonaguni, wilayah paling barat Jepang yang terletak sekitar 110 kilometer dari Taiwan. Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan terkait masalah Taiwan, yang semakin memperumit hubungan diplomatik antara Jepang dan Tiongkok.
Sebuah drone yang diyakini berasal dari Tiongkok terlihat terbang di wilayah udara antara Yonaguni dan Taiwan pada hari Senin, menurut Kementerian Pertahanan Jepang. Pulau ini memiliki kepentingan strategis bagi Jepang karena pemerintah berencana menempatkan unit rudal di sana, yang telah mendapat penolakan keras dari Beijing.
Insiden ini terjadi hanya sehari setelah percakapan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump, di mana Xi Jinping menekankan bahwa reintegrasi Taiwan ke Tiongkok adalah prinsip fundamental tatanan pasca-Perang Dunia II. Xi Jinping meminta Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Beijing dalam melestarikan hasil-hasil Perang Dunia II, kantor berita pemerintah Xinhua melaporkan.
Ketegangan semakin meningkat ketika Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengkritik pernyataan Perdana Menteri baru Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan. Wang menuduh Takaichi “melewati garis merah” dan mengirimkan “sinyal berbahaya” yang menunjukkan potensi intervensi militer dalam masalah Taiwan. “Sangat mengejutkan bahwa pemimpin Jepang saat ini secara terbuka mencoba melakukan intervensi militer dalam masalah Taiwan,” katanya, menyerukan tanggapan yang kuat untuk melindungi kedaulatan Tiongkok dan pencapaiannya pasca perang.
Dalam konteks yang lebih luas, Tiongkok juga menentang upaya Jepang untuk mendapatkan kursi permanen di Dewan Keamanan PBB, dengan mengatakan Jepang “tidak memenuhi syarat” untuk peran tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Mao Ning mengatakan Jepang “tidak mampu memikul tanggung jawab melindungi perdamaian internasional,” mengutip sejarah militer dan pernyataannya tentang Taiwan.
Jepang telah lama menganjurkan reformasi Dewan Keamanan bersama dengan negara-negara berkembang seperti India untuk lebih mencerminkan lanskap global saat ini.
Insiden pesawat tak berawak itu menambah ketegangan militer di Pasifik Barat, di mana Taiwan telah menjadi pusat konflik yang melibatkan Tiongkok, Amerika Serikat, dan sekutu AS seperti Jepang. Ketika Jepang memperkuat postur pertahanannya di wilayah barat dayanya, Beijing telah mengeluarkan peringatan terhadap tindakan apa pun yang ditafsirkannya sebagai campur tangan terhadap urusan dalam negeri Jepang.
Meskipun baik Jepang maupun Tiongkok tidak melaporkan adanya konfrontasi langsung yang disebabkan oleh penerbangan drone, insiden tersebut menjadi pengingat akan meningkatnya persaingan dan ketidakpercayaan di Pasifik Barat, di mana bahkan kehadiran pesawat tak berawak dapat memicu pembalasan militer.