Menteri Pertahanan Pete Hegseth membela serangan militer terhadap tersangka kapal kartel narkoba pada hari Sabtu di sebuah pertemuan di Perpustakaan Kepresidenan Ronald Reagan, dengan mengatakan Presiden Donald Trump memiliki wewenang untuk mengambil tindakan militer “sesuai kebijaksanaannya” untuk melindungi kepentingan nasional. Komentar Hegseth muncul di tengah meningkatnya perhatian dan kritik terhadap serangan tersebut, yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 80 orang dan meningkatkan kekhawatiran tentang potensi pelanggaran hukum internasional.
Dalam pidato utamanya di Forum Pertahanan Nasional Reagan, Hegseth menyebut serangan itu sebagai respons yang diperlukan untuk menjaga keamanan warga Amerika. Dia menekankan tekad pemerintah untuk memerangi perdagangan narkoba, yang sejalan dengan perang melawan terorisme setelah 9/11. “Jika Anda bekerja untuk organisasi teroris tertentu dan membawa narkoba ke negara ini dengan perahu, kami akan menemukan Anda dan menenggelamkan Anda. Jangan ada keraguan tentang hal itu,” kata Hegseth, mencoba memperkuat posisi pemerintah mengenai intervensi militer terhadap penyelundup narkoba.
Operasi militer baru-baru ini yang menimbulkan pertanyaan di kalangan anggota parlemen tentang dasar hukumnya termasuk serangan lanjutan yang kontroversial yang diperintahkan bahkan setelah Pentagon mengetahui ada orang yang selamat. Insiden ini menimbulkan seruan untuk lebih transparan mengenai pemogokan dan justifikasinya. Para ahli telah mencatat perbedaan yang signifikan antara penyelundup narkoba dan organisasi yang dianggap teroris, sehingga memperumit perbandingan yang dikemukakan oleh Hegseth.
Pernyataan Menteri Pertahanan tersebut bertepatan dengan peluncuran strategi keamanan nasional baru pemerintahan Trump, yang mengkritik sekutu-sekutu Eropa sebagai tidak efektif dan mendorong kebangkitan kembali dominasi Amerika di Belahan Barat. Hegseth juga menekankan pendekatan pemerintah untuk melawan pengaruh Tiongkok dengan menganjurkan kekuatan dalam konflik dan menegaskan kembali niat Trump untuk melanjutkan uji coba nuklir sebagai tanggapan atas tindakan serupa yang dilakukan Tiongkok dan Rusia. Prospek ini telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan para ahli senjata nuklir, yang menggarisbawahi risiko yang ada dalam perubahan kebijakan tersebut.
Pidato Hegseth di forum tersebut juga memberikan landasan bagi pendapatnya bahwa Trump merupakan perwujudan warisan kebijakan luar negeri Ronald Reagan yang tegas. Ia menyatakan kebenciannya terhadap para pemimpin Partai Republik yang dalam beberapa tahun terakhir mendukung intervensi militer di Timur Tengah dan mengupayakan inisiatif pembangunan demokrasi yang dikritik karena tidak efektif. Selain itu, ia menolak gagasan perubahan iklim sebagai ancaman besar terhadap kesiapan militer, dan menyatakan, “Departemen Perang tidak akan terganggu oleh pembangunan demokrasi, intervensionisme, perang yang tidak menentu, perubahan rezim, perubahan iklim, moralitas yang terbangun, dan pembangunan bangsa yang tidak bercela.”
Pidato Reagan di Forum Pertahanan Nasional merupakan momen refleksi atas strategi militer dan arah kebijakan luar negeri pemerintah, serta komitmennya terhadap sikap yang lebih agresif terhadap ancaman keamanan nasional yang dirasakan.