PORTLAND, Maine – Musim gugur kembali tiba di wilayah timur laut Amerika Serikat dan beberapa bagian lain seperti Pegunungan Rocky di Colorado, Pegunungan Smoky di Tennessee dan Carolina Utara, serta Semenanjung Atas Michigan. Namun, musim gugur tahun ini tampak berbeda dari biasanya.
Kekeringan yang berlangsung selama berminggu-minggu telah mengurangi intensitas warna musim gugur. Daun-daun yang biasanya memancarkan warna merah, oranye, dan kuning cerah, kini tampak lebih kusam dan bahkan banyak yang berguguran lebih awal dari biasanya. Meski demikian, masih ada beberapa area yang menampilkan panorama musim gugur yang memukau.
Dampak Kekeringan Terhadap Warna Daun di Musim Gugur
Secara alami, daun akan berubah warna saat suhu turun dan hari mulai memendek. Proses ini terjadi karena klorofil di dalam daun mulai rusak, sehingga pigmen lain seperti karotenoid (kuning dan oranye) serta antosianin (merah dan ungu) mulai terlihat. Namun, ketika tanah kekurangan air, proses ini terganggu.
Menurut data dari U.S. Drought Monitor, lebih dari 40% wilayah Amerika Serikat mengalami kekeringan pada awal Oktober 2025. Ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahunan. Akibatnya, daun-daun menjadi cepat mengering dan gugur sebelum sempat menampilkan warna terbaiknya.
“Tahun ini musim gugurnya kemungkinan lebih pendek dan warnanya kurang cerah,” kata Brad Rippey, meteorolog dari Departemen Pertanian AS.
Keindahan Masih Terlihat di Beberapa Lokasi Populer
Meskipun musim gugur kali ini tidak secerah tahun-tahun sebelumnya, para pecinta alam tetap disarankan untuk menikmati keindahan yang masih ada. Beberapa lokasi seperti Franconia Notch State Park di New Hampshire dan Ricketts Glen State Park di Pennsylvania masih menampilkan warna-warna cerah.
Andy Finton, ekolog konservasi senior dari The Nature Conservancy di Massachusetts, mengatakan bahwa meskipun hutan-hutan menghadapi tekanan dari perubahan iklim dan cuaca ekstrem, mereka masih memiliki resiliensi alami.
“Saya terus terkejut dengan keindahan musim gugur meskipun terjadi stres lingkungan,” ujarnya.
Industri Wisata Musim Gugur Tetap Bergairah
Terlepas dari kondisi cuaca, industri pariwisata yang berfokus pada musim gugur atau leaf-peeping tetap berjalan dengan baik. Di kawasan Meredith, New Hampshire, misalnya, Mills Falls Resort Collection melaporkan bahwa keempat penginapannya yang memiliki total 170 kamar sudah penuh dipesan hingga pertengahan Oktober.
Barbara Beckwith, manajer umum resor, menyebutkan bahwa meskipun jumlah wisatawan dari Kanada menurun, wisatawan domestik dari wilayah New England mampu menutupi kekurangan tersebut.
“Tahun ini justru lebih baik dari tahun lalu. Orang-orang mulai kembali berwisata karena ketidakpastian politik sudah mereda,” jelas Beckwith.
Hal senada disampaikan oleh Chris Proulx, Direktur Eksekutif Kamar Dagang Mount Washington Valley, yang mengatakan bahwa meskipun terjadi penurunan wisatawan Kanada hingga 80%, jumlah wisatawan dari negara lain meningkat.
Pegunungan Rocky: Tanda-Tanda Kekeringan Terlihat Jelas
Di Colorado, pemandangan daun musim gugur tetap menjadi daya tarik utama. Namun, dampak kekeringan sangat terasa terutama di bagian tengah dan barat negara bagian tersebut.
Dan West, entomolog dari Dinas Kehutanan Negara Bagian Colorado, menyebutkan bahwa banyak daun yang menunjukkan gejala stres akibat kekeringan, seperti warna yang tidak cerah, pinggiran daun mengering, serta gugur sebelum waktunya.
“Pohon-pohon mematikan proses alami mereka lebih awal. Hasilnya, pertunjukan warna musim gugur kali ini terlihat lebih kusam,” kata West.
Sementara itu, di Denver, Michael Sundberg, seorang arboris, mencatat bahwa musim gugur terasa datang lebih awal dari biasanya, dengan warna daun yang kurang mencolok.
“Biasanya puncak warna terjadi di akhir Oktober, tapi tahun ini lebih cepat,” katanya.
Perubahan Iklim dan Ketahanan Alam
Fenomena tahun ini memperlihatkan bagaimana perubahan iklim dan kekeringan dapat memengaruhi siklus alam yang sudah berlangsung selama ribuan tahun. Perubahan suhu, curah hujan, dan pola cuaca ekstrem semakin sering terjadi, memberi tekanan baru bagi ekosistem hutan di Amerika Serikat.
Namun demikian, para ahli tetap menaruh harapan pada ketangguhan alami pohon-pohon dan hutan. Mereka menyebut bahwa meskipun terjadi tekanan, masih ada potensi pemulihan jika kondisi cuaca mendukung di tahun-tahun mendatang.
Kesimpulan: Tetap Ada Keindahan yang Bisa Dinikmati
Walaupun musim gugur 2025 diwarnai dengan kondisi kekeringan dan perubahan warna daun yang lebih singkat, keindahan alam tetap bisa dinikmati di berbagai destinasi. Bagi wisatawan dan pecinta alam, musim gugur tetap menjadi saat yang tepat untuk menyatu dengan alam, menjelajahi hutan, dan merasakan suasana yang khas dari perubahan musim.
Jika Anda berencana untuk melakukan perjalanan musim gugur tahun ini, periksa kondisi lokal terlebih dahulu dan cari lokasi yang masih memiliki konsentrasi warna dedaunan yang tinggi. Meskipun lebih terbatas, “musim gugur yang tenang” ini tetap layak untuk dijelajahi.