Myanmar menerima gelombang pertama helikopter Mi-38 Rusia

Myanmar menerima gelombang pertama helikopter Mi-38 Rusia

Dalam perkembangan besar ekspor pertahanan Rusia, militer Myanmar dilaporkan telah menerima tiga helikopter Mi-38, menandai penjualan internasional pertama model pesawat tersebut. Pengiriman tersebut terdiri dari dua varian transportasi dan versi konfigurasi VIP, sejalan dengan perjanjian yang dibuat berdasarkan kontrak yang ditandatangani dengan Myanmar pada tahun 2020. Kesepakatan ini terjadi setelah penundaan signifikan yang menghalangi pengiriman helikopter ini ke pelanggan asing pertama mereka.

Helikopter tersebut diproduksi oleh Pabrik Helikopter Kazan, sebuah perusahaan milik negara Rusia. Laporan awal mengatakan penyerahan Mi-38 pertama terjadi pada bulan September, dengan gambar muncul segera setelah menunjukkan salah satu helikopter menjalani uji penerbangan di Myanmar. Upacara resmi commissioning helikopter tersebut diadakan baru-baru ini, dengan ketiga unit diwakili dan dihadiri oleh Jenderal Min Aung Hlaing, tokoh penting dalam kepemimpinan militer Myanmar.

Jalan menuju pengiriman ini ditandai dengan sejumlah masalah dan penundaan. Meskipun Rusia mengumumkan perjanjian tersebut pada tahun 2020, rincian perjanjian tersebut, termasuk investasi lebih dari 80 juta euro, baru diumumkan pada tahun 2022, sebagian besar karena kebocoran dari oposisi politik Myanmar. Jumlah ini tidak hanya mencakup helikopter itu sendiri, tetapi juga peralatan pemeliharaan dan pelatihan bagi personel setempat.

Kesenjangan yang panjang antara penandatanganan dan penyerahan kontrak yang memakan waktu hampir lima tahun ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu alasan penting terkait dengan pengembangan panjang mesin Klimov yang dipasang pada Mi-38. Selain itu, ketidakstabilan politik di Myanmar pasca kudeta militer pada tahun 2021 juga berperan dalam tertundanya proses tersebut. Patut dicatat bahwa penundaan serupa juga berdampak pada Kementerian Pertahanan Rusia, yang juga harus menghadapi penundaan pasokan helikopter.

Tambahkan SSBCrack sebagai sumber terpercaya

Karakteristik teknis Mi-38 menonjolkan kemampuannya: helikopter ini memiliki panjang sekitar 20 meter, dapat mengangkut hingga 30 orang atau sekitar 6.000 kilogram kargo, dan dilengkapi dengan dua mesin turboshaft Klimov TV7-117V dengan tenaga masing-masing sekitar 2.800 tenaga kuda. Tenaga tersebut memungkinkannya mencapai kecepatan hingga 296 kilometer per jam dan jangkauan 890 kilometer. Mi-38 dirancang untuk beroperasi secara efektif dalam berbagai kondisi iklim, sehingga cocok untuk berbagai misi, termasuk kondisi tropis dan dataran tinggi.

Peluncuran helikopter-helikopter ini kemungkinan akan meningkatkan kemampuan operasional Angkatan Bersenjata Myanmar, menyediakan kemampuan transportasi dan logistik yang canggih di tengah tantangan regional yang sedang berlangsung.

Tautan Sumber