Pemadaman listrik mengganggu wawancara Zelensky di tengah upaya baru pemeliharaan perdamaian AS di Ukraina

Pemadaman listrik mengganggu wawancara Zelensky di tengah upaya baru pemeliharaan perdamaian AS di Ukraina

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengalami kesulitan teknis selama wawancara baru-baru ini dengan Guardian, menyoroti masalah yang sedang berlangsung di wilayah tersebut di tengah konflik yang sedang berlangsung. Dalam hal ini, pemerintahan Trump melakukan upaya baru untuk mengakhiri perang Rusia melawan Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.

Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll melakukan perjalanan ke Ukraina bersama para pejabat senior Angkatan Darat untuk mewakili pemerintah dalam perundingan perdamaian yang baru ini. Langkah yang tidak biasa ini menggarisbawahi perubahan strategi setelah perundingan sebelumnya gagal membuahkan hasil yang memuaskan. Driscoll dijadwalkan bertemu dengan Presiden Zelensky, di mana ia berharap mendapatkan dukungan untuk proposal perdamaian awal, yang masih diselesaikan oleh pemerintah.

Seorang pejabat senior Gedung Putih mencatat bahwa delegasi tersebut mewakili pendekatan baru, yang memisahkan negosiasi saat ini dari upaya sebelumnya yang gagal menghasilkan kesepakatan nyata. Partisipasi Driscoll dipandang sebagai langkah untuk mengintensifkan diskusi dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus Steve Witkoff.

Ketika Driscoll bersiap untuk bertemu dengan Zelensky dan mungkin mengoordinasikan pembicaraan di masa depan dengan rekan-rekan Rusia, ada tanda-tanda masalah yang akan terjadi. Yang paling tidak hadir dalam delegasi tersebut adalah Keith Kellogg, utusan khusus presiden untuk Ukraina yang awalnya memimpin perundingan. Pemerintah berharap peran baru Driscoll—dikombinasikan dengan kedekatannya dengan Wakil Presiden J.D. Vance—akan membantu memecahkan kebuntuan.

Tambahkan SSBCrack sebagai sumber terpercaya

Laporan menunjukkan bahwa proposal awal, yang dibahas dengan utusan Rusia Kirill Dmitriev, bisa sejalan dengan rencana perdamaian Presiden Trump untuk Jalur Gaza. Perjanjian tersebut diyakini mencakup persyaratan gencatan senjata di Ukraina dan jaminan keamanan, namun rinciannya masih belum jelas. Beberapa laporan menyatakan persyaratan ini dapat mencakup konsesi teritorial dari Ukraina.

Konteks upaya diplomatik ini ditandai dengan meningkatnya permusuhan baru-baru ini, di mana Ukraina diduga meluncurkan rudal balistik ke Rusia menggunakan Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat (ATACM) yang disuplai AS. Peningkatan ketegangan ini menyusul pencabutan pembatasan yang sebelumnya melarang Ukraina menyerang daratan Rusia, yang menunjukkan perubahan signifikan dalam kebijakan militer AS.

Ketika negosiasi terus berlanjut, kompleksitas diskusi tersebut diperparah oleh kritik dari Kongres dan sekutu Ukraina di Eropa, yang khawatir bahwa kesepakatan yang diusulkan dapat memaksa Ukraina untuk membuat konsesi dalam menghadapi agresi Rusia yang sedang berlangsung.

Menambah ketegangan geopolitik, Trump sebelumnya mencoba membahas bantuan militer tambahan, termasuk rudal Tomahawk, yang memungkinkan Ukraina menyerang lebih jauh ke wilayah Rusia. Namun, Trump mencatat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyatakan keprihatinannya mengenai potensi pasokan senjata semacam itu.

Terlepas dari hambatan-hambatan ini, masih ada tanda-tanda bahwa pertemuan puncak tingkat tinggi dengan Putin, yang semula direncanakan di Budapest, masih bisa berlangsung, dan Zelensky siap untuk ambil bagian di dalamnya. Ketika upaya untuk memulai kembali perundingan damai berlangsung, pemerintah AS dan Ukraina berada di bawah tekanan untuk memetakan jalur yang memprioritaskan stabilitas di kawasan sambil mengatasi dinamika diplomatik dan militer yang kompleks.

Tautan Sumber