Presiden Rusia Vladimir Putin kembali memunculkan spekulasi mengenai kesehatannya setelah muncul di acara publik baru-baru ini dengan lengan yang tampak bengkak dan berurat.
Menurut New York Post, Putin berpidato di depan kerumunan pendukungnya di lapangan basket di mana lengan kanannya tampak bengkak dan berubah warna, serta pembuluh darahnya menonjol. Beberapa foto dan video close-up dari acara tersebut menjadi viral di media sosial, memicu teori baru tentang kesehatannya.
“Ada yang salah dengan tangan Putin,” kata Anton Gerashchenko, mantan penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, dalam komentarnya kepada East2West. “Selain bersimbah darah hingga siku, pembuluh darahnya juga bengkak,” tambahnya, mengkritik perang yang sedang berlangsung di Ukraina oleh pemimpin Rusia tersebut.
Gerashchenko juga membagikan foto close-up tangan kanan Putin di X dengan judul: “Ada apa dengan tangan Putin di video ini?”
Lihat di bawah:
Jurnalis dan tokoh media Ukraina Dmitry Gordon juga mencatat bahwa tangan Putin tampak “bengkak dan meradang, pembuluh darah di satu tangan terlihat bengkak.”
Salah satu postingan di X berbunyi: “Usia tua atau kecerdasan buatan? Ada yang salah dengan tangan Putin.”
(Baca juga: Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengutak-atik headphone saat bertemu Vladimir Putin. Bagaimana reaksi pemimpin Rusia)
Apakah Putin sakit?
Patut dicatat bahwa ini bukan pertama kalinya tangan Putin menjadi topik intrik. Sebelumnya, gambar yang menunjukkan tanda hitam atau kemungkinan bekas suntikan di lengannya saat pengarahan militer menjadi viral, memicu spekulasi tentang kesehatannya.
Pada kesempatan lain, presiden Rusia terlihat memegang meja atau kursi selama pertemuan – isyarat yang menurut beberapa pengamat mungkin mengindikasikan gejala yang sesuai dengan penyakit Parkinson.
Dalam insiden lain yang juga memicu rasa penasaran, Putin terjebak dalam percakapan mikrofon yang memanas dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, membahas potensi transplantasi organ dan bioteknologi untuk mencapai umur panjang.
Namun, meski ada spekulasi selama bertahun-tahun, Kremlin tidak pernah mengakui adanya masalah kesehatan.
(Baca juga: Putin “Mempermalukan” Trump, Membuat Presiden AS Menunggu Lebih dari Satu Jam. Internet Bilang “Kejam”)
Memar di lengan Trump
Sementara itu, Putin bukan satu-satunya pemimpin dunia yang mendapat perhatian sebesar itu. Awal tahun ini, Presiden AS Donald Trump menghadapi spekulasi serupa di dunia maya setelah foto-foto menunjukkan memar di lengannya. Gedung Putih kemudian menjelaskan bahwa tanda tersebut disebabkan oleh seringnya berjabat tangan dan mengonsumsi aspirin sebagai bagian dari program standar pencegahan penyakit kardiovaskular.