Ukraina siap mengambil langkah maju yang signifikan dalam potensi militernya, bersiap mengekspor senjata yang diproduksi di dalam negeri. Presiden Volodymyr Zelensky mengumumkan pada hari Selasa bahwa program ekspor terkendali untuk senjata Ukraina yang telah diuji dalam pertempuran diperkirakan akan dimulai pada bulan November. Keputusan tersebut diambil setelah sekian lama Ukraina memberlakukan pembatasan ekspor senjata, dan memprioritaskan kebutuhan pertahanannya sendiri setelah invasi besar-besaran Rusia.
Meskipun pada awalnya ada pembekuan ekspor, industri pertahanan Ukraina telah mengalami pertumbuhan pesat, sehingga mendorong diskusi mengenai perluasan aktivitasnya di luar batas negara. Pemerintah Ukraina saat ini sedang merumuskan rencana ekspor strategis ke negara-negara mitra sambil memastikan terjaganya keamanan dalam negeri. Permasalahan utamanya termasuk perlindungan terhadap potensi akuisisi teknologi Ukraina oleh Rusia dan memastikan bahwa senjata yang diekspor menjangkau negara-negara yang telah mendukung Ukraina dalam konflik yang sedang berlangsung.
Meskipun Zelensky tidak merinci jenis senjata apa yang akan tersedia untuk ekspor, ia sebelumnya telah mengindikasikan bahwa jenis drone tertentu termasuk di antara persediaan yang siap untuk dijual internasional. Inisiatif Brave1, yang didukung oleh pemerintah Ukraina, telah mengidentifikasi berbagai produk, termasuk drone darat, perangkat lunak drone, dan drone angkatan laut, yang tersedia untuk ekspor.
Munculnya robot darat telah memainkan peran penting dalam strategi pertahanan Ukraina dan menjadi bagian integral dari operasinya dalam konflik tersebut. Zelensky menekankan bahwa lebih dari 40% senjata yang saat ini dikerahkan di garis depan diproduksi di dalam negeri, dan rencananya akan ditingkatkan hingga 50% pada akhir tahun ini.
Para pemimpin di sektor pertahanan Ukraina telah lama menganjurkan kemungkinan mengekspor peralatan militer, menyadari bahwa kemampuan produksi saat ini melebihi kemampuan pengadaan Kementerian Pertahanan Ukraina. Sergei Goncharov, direktur umum Asosiasi Nasional Industri Pertahanan Ukraina, menekankan bahwa pendapatan ekspor akan memungkinkan produsen meningkatkan produksi, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi biaya. Ia yakin bahwa ekspor beberapa produk militer tidak hanya akan mendukung kemampuan pertahanan Ukraina, namun juga dapat memperkuatnya secara signifikan.
Mengingat konflik yang sedang berlangsung, peran drone telah meningkat lebih besar dibandingkan perang sebelumnya: drone digunakan untuk pengawasan, pengumpulan intelijen, dan serangan langsung terhadap target bernilai tinggi. Ukraina telah memantapkan dirinya sebagai pemimpin dalam industri drone, memproduksi ratusan model drone dari usaha kecil hingga perusahaan besar. Laporan menunjukkan bahwa 96% dari 1,5 juta drone yang dibeli Ukraina tahun lalu adalah produksi dalam negeri.
Kemajuan baru-baru ini dalam robot darat dan drone angkatan laut semakin meningkatkan kemampuan militer Ukraina. Robot berbasis darat kini mampu melakukan serangan satu arah, memasang ranjau, dan mengevakuasi korban luka, sementara drone angkatan laut memainkan peran penting dalam mengancam instalasi angkatan laut Rusia dan menyerang sasaran udara dengan rudal antipesawat. Zelensky mencatat bahwa pendapatan dari ekspor drone angkatan laut dan senjata lainnya dapat dialihkan untuk membeli lebih banyak drone udara untuk Ukraina, yang mencerminkan strategi adaptif untuk mengelola alokasi sumber daya dalam menghadapi meningkatnya permintaan.
Karena perhatian internasional masih terfokus pada konflik ini, banyak negara yang ingin mengamati dan belajar dari taktik militer Ukraina yang terus berkembang. Meskipun masih belum jelas negara mana yang akan mengambil risiko membeli senjata Ukraina, negara-negara Barat memuji pendekatan inovatif Ukraina. Misalnya, anggota NATO, Denmark, telah menyatakan minatnya untuk mendapatkan akses terhadap teknologi Ukraina di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai agresi Rusia. Selain itu, kerja sama dengan perusahaan pertahanan Barat sedang berkembang, memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi Ukraina dan mitra internasionalnya.