Uni Afrika mengungkapkan keprihatinannya atas blokade bahan bakar di Mali di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan

Uni Afrika mengungkapkan keprihatinannya atas blokade bahan bakar di Mali di tengah meningkatnya krisis kemanusiaan

Situasi di Mali semakin mendapat perhatian internasional di tengah perkembangan meresahkan seputar blokade bahan bakar yang dilakukan oleh kelompok jihad. Mahmoud Ali Yusuf, presiden Komisi Uni Afrika, menyatakan “keprihatinan mendalam” tentang blokade yang diberlakukan oleh Kelompok Dukungan Islam dan Muslim (JNIM) yang terkait dengan al-Qaeda. Blokade ini telah berlangsung selama beberapa minggu, dan secara signifikan memperburuk krisis yang dihadapi junta militer Mali yang berkuasa.

Uni Afrika menggambarkan situasi di Mali sebagai kemunduran keamanan yang tajam. Kelompok jihad tidak hanya menghambat pasokan kebutuhan pokok, namun juga memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah parah dan berdampak pada warga sipil di seluruh negeri. Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di platform media sosial X, Uni Afrika menekankan betapa mendesaknya krisis ini dan memperingatkan konsekuensi serius bagi penduduk di wilayah yang terkena dampak.

Menanggapi krisis yang memburuk ini, Uni Afrika telah mengisyaratkan kesiapannya untuk mendukung Mali dan negara-negara Sahel lainnya yang menghadapi tantangan serupa. Meskipun rincian mengenai sifat dukungan ini masih belum jelas, komitmen ini menggarisbawahi pemahaman mengenai implikasi yang lebih luas dari ketidakstabilan yang terjadi saat ini.

Yusuf lebih lanjut menekankan kebutuhan mendesak akan “respon internasional yang kuat, terkoordinasi dan koheren” untuk memerangi meningkatnya ancaman terorisme dan ekstremisme kekerasan yang semakin mempengaruhi Sahel. Peningkatan ketegangan yang terjadi di Mali merupakan pengingat akan pentingnya kerja sama global dan tindakan tegas untuk memulihkan perdamaian dan keamanan di kawasan yang telah lama dilanda konflik dan kerusuhan.

Tautan Sumber