Kabarperistiwa.com – Mendengarkan suara alam ternyata bisa menyenangkan jiwa dan menyembuhkan stres. Kawula muda, manusia sebagai insan senantiasa selalu mendambakan kehidupan yang penuh harmonis, suatu kehidupan yang laras, menyenangkan lahir dan batin. Manusia dengan berbagai gejolak hati dalam hidup yang dihadapinya, pasti akan selalu mendahulukan yang namanya kebahagian dan kenyamanan.

Setiap kita, tak jarang gundah dan rasa putus asa selalu menghampiri. Kita juga sering kali mengalami, dimana kita merasakan pada suatu momen yang membuat kita serba salah, seolah hidup tak ada harapan bahkan kita men-just diri kita sendiri bahwa kehidupan yang kita jalani tak berguna sama sekali. Disisi lain, jika kita mengalami hal seperti ini, itu adalah kondisi yang normal dan pasti akan terjadi pada insan lainnya.

Dari berbagai penelitian yang dialkukan oleh para ahli, Suara Alam dapat menyebabkan suasana batiniah kita akan tenang dan sangat rileks. Seperti apa penjelasnya dari para ahli, yuk simak artikelnya.

Baca: 7 Manfaat Minum Air Putih di Pagi Hari

Suara Alam Bisa Menenangkan Jiwa

Diketahui, pada saat kita mengalami tekanan hidup yang yang cukup berat, tentunya masing-masing diantara kita berbagai macam cara untuk mengatasinya. Bahkan strategi koping yang dilakukan tiap orang juga akan berbeda-beda dalam menghadapinya.

Suara Alam Bisa Menenangkan Jiwa
Kabarperistiwa.com/Foto/YouTube Suara Alam

Baca: 6 Bahaya Bangun Tidur Langsung Mandi, Bagi Penyakit Jantung Jangan Lakukan Ini!

Setiap kita, ada cara tersendiri untuk menghilangkannya. Ada yang mendengar musik, bermain alat musik bahkan berbagai platform digital seperti YouTube menyediakan berbagai jenis musik instrumental relaksasi dengan irama yang teduh jika kita mendengarnya.

Ada juga dengan cara mengasingkan diri dengan pendakian gunung juga ke hutan, hanya untuk sekedar mendengarkan suara alam, kicauan burung-burung, bunyi aliran air sungai yang mengalir yang seolah menghibur jiwa dan raga kita yang sedang dirundung berbagai macam tekanan hidup.

Suara Alam Bisa Menyembuhkan Pikiran Stres

Ternyata mendengar suara alam bisa membuat seseorang lebih tenang dan nyaman. Suara alam dan lingkungan yang hijau telah lama dikaitkan berhubungan dengan relaksasi dan kesejahteraan manusia selama ratusan tahun yang lalu. Selain air, suara seperti angin di pepohonan dan deburan ombak yang menghantam pantai, cenderung diterima manusia untuk lebih rileks.

Hal ini disampaikan oleh Orfeu Buxton, seorang profesor kesehatan biobehavioral di Pennsylvania State University yang dikutip Kabarperistiwa.com dari Live Science. Suara pelan dan mendesing adalah suara non-ancaman atau aman, itulah sebabnya mereka bekerja untuk menenangkan orang,” katanya.

Suara Alam Bisa Menyembuhkan Pikiran Stres
Kabarperistiwa.com/Foto/VOI

“Suara itu seperti berkata: ‘Jangan khawatir, jangan khawatir, jangan khawatir.” Ia juga menuturkan bahwa suara gemericik air bisa memengaruhi pikiran seseorang agar tetap tenang, nyaman, dan tidak khawatir dengan keadaan. Selain itu, suhu udara di sekitar juga akan terasa mendukung suasana damai tersebut, seperti Kabarperistiwa.com sajikan dari Live Science, Selasa (28/8/2022).

Sementara suara yang lebih keras dan mengagetkan cenderung lebih sulit untuk diterima. Tetapi yang lebih penting dari pada volume adalah karakter suara yang dapat memicu sistem kewaspadaan. Sistem ini yang diaktifkan oleh otak dan membuat kita tersentak dari tidur ketika mendengarnya.

“Jenis kebisingan menentukan apakah Anda akan bangun atau tidak, mengontrol volume, karena informasi kebisingan diproses oleh otak kita secara berbeda,” kata Buxton.

Hal itu sangat kontras dengan teriakan atau dering telepon yang tiba-tiba mengheningkan cipta. “Dengan teriakan, ‘tidak ada suara’ dan kemudian langsung mengarah ke nada tinggi membuat kita terbangun dan tak nyaman,” kata Buxton.

Perbedaan akustik antara ancaman mendadak dan non-ancaman ini dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan tahun 2012 oleh Buxton di lingkungan rumah sakit. Saat itu dilakukan percobaan dengan memutar alarm bervolume rendah sekitar 40 desibel atau seperti bisikan. Suara ini nyatanya dapat membangunkan peserta penelitian dari tidur sebesar 90 persen.

Sementara itu, suara helikopter dan lalu lintas, ketika mencapai tingkat teriakan 70 desibel, masih tidak membangunkan peserta sesering alarm, dering telepon, dan bahkan percakapan manusia yang relatif tenang.*

Share.