Paris (Prancis), 30 November (ANI): Prancis akan menjadi tuan rumah bagi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyi pada hari Senin ketika pembicaraan mengenai kesepakatan perdamaian Rusia-Ukraina semakin cepat.
France 24 melaporkan bahwa Zelensky akan mengunjungi Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, kata kantor Macron (Elysee), ketika pemimpin Ukraina itu mendapati dirinya berada dalam situasi politik dan militer paling sulit sejak perang.
Baca juga | Anthony Albanese menikahi Jodi Haydon: PM Narendra Modi mengucapkan selamat kepada ‘teman baiknya’ dan mendoakan PM Australia ‘kehidupan pernikahan yang bahagia’.
Seorang pejabat kepresidenan mengatakan pada hari Sabtu bahwa Macron dan Zelensky akan membahas “kondisi untuk perdamaian yang adil dan tahan lama,” France 24 melaporkan.
Hal ini terjadi pada saat delegasi tingkat tinggi Ukraina sedang menuju ke AS untuk membahas rencana perdamaian AS untuk Ukraina.
Baca juga | Ketegangan AS-Venezuela: Donald Trump mengatakan wilayah udara Venezuela harus dianggap “tertutup total”.
Sebelumnya, salah satu politisi paling berpengaruh di Ukraina dan pembantu dekat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengundurkan diri beberapa jam setelah lembaga antikorupsi menggerebek rumahnya. Krisis besar ini terjadi ketika Kyiv menghadapi tekanan baru dari Amerika Serikat untuk menerima perjanjian damai guna mengakhiri perang dengan Rusia, CNN melaporkan.
Secara resmi, kepala pemerintahan kepresidenan, Andriy Yermak, sering dianggap sebagai orang paling berpengaruh kedua di Ukraina. Dia memimpin delegasi Ukraina pada pembicaraan terakhir di Jenewa dengan Washington.
Pengunduran diri Yermak, yang diumumkan oleh Zelenskyi pada hari Jumat, memperumit posisi Kyiv menjelang perundingan perdamaian penting dengan Amerika Serikat.
“Saya ingin tidak ada orang yang mempertanyakan Ukraina hari ini. Itu sebabnya hari ini kita punya keputusan internal seperti itu. Pertama, akan ada reboot Kantor Kepresidenan Ukraina. Kepala Kantor Andriy Yermak telah menulis surat pengunduran diri,” kata Zelenskyy dalam pidato hariannya di televisi, mengutip CNN.
Yermak tidak segera memberikan pernyataan publik. Sebelumnya pada hari Jumat, dia mengkonfirmasi bahwa penggerebekan sedang berlangsung, dan mengatakan melalui Telegram bahwa dia “bekerja sama sepenuhnya” dengan pihak berwenang.
“Penyidik tidak menghalangi apa pun. Mereka sudah diberi akses penuh ke apartemen, pengacara saya ada di lokasi dan mereka berinteraksi dengan aparat penegak hukum,” ujarnya.
Menurut pernyataan lembaga yang diterbitkan pada hari Jumat, seperti dilansir CNN, baik badan anti-korupsi utama Ukraina – Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU) dan Kantor Kejaksaan Khusus Anti-Korupsi (SAP) terlibat dalam penggeledahan.
Pernyataan tersebut tidak mengungkapkan alasan penggerebekan tersebut, namun penggerebekan tersebut terjadi hanya dua minggu setelah kedua lembaga tersebut mengumumkan penyelidikan luas terhadap dugaan skema suap yang melibatkan infrastruktur energi penting Ukraina.
Skandal ini telah berdampak pada dua menteri Zelenskyi dan melibatkan mantan mitra bisnis Zelenskyi saat masih bekerja di industri hiburan.
Namun perkembangan terakhir ini sangat menyusahkan Zelensky, mengingat Yermak baru-baru ini diangkat ke posisi teratas tim perunding Ukraina.
Belum diketahui siapa yang akan menggantikan Yermak pada putaran perundingan berikutnya, yang diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Saat mengumumkan pengunduran dirinya, Zelensky mengatakan dia akan berbicara dengan calon kepala staf pada hari Sabtu, CNN melaporkan. (ANI)
(Cerita di atas telah diverifikasi dan dibuat oleh staf ANI. ANI adalah kantor berita multi-media terkemuka di Asia Selatan dengan lebih dari 100 biro di India, Asia Selatan, dan di seluruh dunia. ANI menyediakan berita terkini tentang politik dan kejadian terkini di India dan di seluruh dunia, olahraga, kesehatan, kebugaran, hiburan, dan berita. Tampilan yang muncul di postingan di atas tidak mencerminkan pandangan TerbaruLY)