Salah satu usulan utama Perdana Menteri Narendra Modi pada KTT G20 ke-20 di Johannesburg, Afrika Selatan pada hari Sabtu adalah peluncuran Inisiatif Pengganda Keterampilan Afrika G20 untuk memberdayakan revolusi keterampilan di benua tersebut.
Model yang diusulkan oleh Perdana Menteri bertujuan untuk melatih satu juta pelatih bersertifikat di Afrika selama 10 tahun ke depan, sebuah langkah menuju peningkatan kapasitas lokal dan pembangunan jangka panjang. Hal ini akan dilaksanakan melalui model ‘train the trainer’ multi-sektor. Hal ini terjadi pada saat India berupaya memperkuat dan memperdalam keterlibatannya dengan Afrika.
“Saat Afrika menjadi tuan rumah KTT G20 untuk pertama kalinya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memikirkan kembali parameter pembangunan kita dan fokus pada pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Nilai-nilai peradaban India, khususnya prinsip humanisme integral, menawarkan jalan ke depan,” kata Modi pada sesi pertama KTT tersebut.
Kemajuan Afrika sangat penting bagi kemajuan global, katanya.
“India selalu berdiri dalam solidaritas dengan Afrika. Saya bangga bahwa pada masa kepemimpinan India di G20, Uni Afrika menjadi anggota tetap G20. Berdasarkan semangat ini, India mengusulkan Inisiatif Penggandaan Keterampilan G20–Afrika. Tujuan kita bersama adalah menciptakan satu juta pelatih bersertifikat di Afrika selama dekade berikutnya,” kata Modi.
Keterlibatan India dengan Afrika dipandu oleh 10 prinsip yang diumumkan oleh Modi sebelumnya. Hal ini termasuk membangun kapasitas dan kemampuan lokal, memanfaatkan keahlian India dalam revolusi digital untuk mendukung pembangunan di Afrika, meningkatkan pertanian di Afrika, mengatasi perubahan iklim, memperkuat kerja sama dan kapasitas bersama untuk melawan terorisme dan ekstremisme, menjaga lautan bebas dan terbuka untuk kepentingan semua negara, dan bekerja sama untuk tatanan global yang demokratis yang memiliki suara dan peran bagi sepertiga umat manusia yang tinggal di Afrika. dan India.
India adalah mitra dagang terbesar keempat di Afrika, dengan perdagangan dua arah hampir $100 miliar. Perusahaan-perusahaan India telah melakukan investasi signifikan sebesar US$75 miliar di benua ini di berbagai sektor, termasuk farmasi, teknologi informasi, otomotif, perbankan, dan pertambangan.
India juga mengatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk mengembangkan konektivitas dan infrastruktur Afrika. Lebih dari 200 proyek di benua ini mencakup bidang kereta api, pembangkit listrik, pertanian dan pasokan air yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan mandiri di benua ini.