Keluarga berduka atas kematian ‘pencari nafkah tunggal’ Rohit, yang meninggal dalam kecelakaan Mercedes di Delhi: ‘Berjanji untuk mengambil cuti dan berkunjung’

Keluarga berduka atas kematian ‘pencari nafkah tunggal’ Rohit, yang meninggal dalam kecelakaan Mercedes di Delhi: ‘Berjanji untuk mengambil cuti dan berkunjung’

Setidaknya satu orang tewas dan dua lainnya terluka ketika sebuah Mercedes jatuh dengan kecepatan tinggi di dekat Ambience Mall di Vasant Kunj Delhi pada hari Minggu.

Tiga rekannya sedang meninggalkan pusat perbelanjaan setelah sedang bertugas ketika mereka ditabrak oleh Mercedes yang melaju kencang. Pengemudi mobil, Shivam Arora, telah diidentifikasi dan ditangkap. (Arvind Yadav/Waktu Hindustan)

Menurut polisi, korban diketahui bernama Rohit, pria berusia 23 tahun. Rohit, bersama dua orang lainnya yang terluka, bekerja di kafe roti Prancis bernama Paul di mal Ambience.

Baca juga | Sebuah Mercedes dengan kecepatan menabrak 3 karyawan Ambience Mall di Vasant Kun; 1 meninggal, pengemudi ditahan

Tiga rekannya sedang meninggalkan pusat perbelanjaan setelah sedang bertugas ketika mereka ditabrak oleh Mercedes yang melaju kencang. Pengemudi mobil, Shivam Arora, telah diidentifikasi dan ditangkap.

Kepada HT, petugas kepolisian mengatakan, kecelakaan itu terjadi saat Arora sedang pulang dari resepsi pernikahannya bersama istri dan saudara laki-lakinya.

Siapa Rohit?

Rohit telah diidentifikasi sebagai satu-satunya korban kecelakaan Mercedes Delhi. Pemain berusia 23 tahun itu milik Chamoli di Uttarakhand.

Setelah mengetahui tentang kecelakaan Rohit dan kematian mendadak, keluarganya pergi ke New Delhi.

Menurut pamannya Balwant, Rohit adalah “satu-satunya pencari nafkah keluarga”.

“Ibunya shock. Dia pekerja keras dan bekerja sebagai koki. Kami tidak tahu ini akan terjadi. Terakhir kali kami berbicara dengannya adalah minggu lalu. Dia berjanji akan mengambil cuti dan datang kepada kami. Sekarang apa yang harus saya katakan kepada orang tuanya?” kata pamannya kepada HT, seraya menambahkan bahwa pihak keluarga menginginkan hukuman berat bagi pengemudi tersebut.

“Hari ini (tanpa Rohit) kami tidak tahu bagaimana menangani apa pun. Dia hanya berdiri dan menunggu tumpangan pulang. Pengemudi SUV itu menghancurkan semua impian kami,” kata Singh kepada kantor berita PTI.

Sopirnya tidak mabuk, kata polisi

Usai menangkap pengemudi mobil, Shivam Arora, polisi menyatakan akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah pengemudi Mercedes tersebut dalam pengaruh alkohol.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, polisi menemukan bahwa Arora yang bekerja sebagai software engineer di sebuah perusahaan teknologi multinasional Amerika, tidak mabuk.

Polisi mengatakan kepada HT bahwa tidak ditemukan alkohol dalam darahnya. Arora dijerat pasal 106 (menyebabkan kematian karena kelalaian), 125 (membahayakan nyawa atau keselamatan pribadi orang lain), dan 281 (mengemudi sembarangan atau mengemudi di tempat umum) Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS).

Tautan Sumber