Ketegangan di Bihar: Mobil polisi dibakar setelah rumor memicu kekacauan di Gopalganj | Jam tangan

Ketegangan di Bihar: Mobil polisi dibakar setelah rumor memicu kekacauan di Gopalganj | Jam tangan

Situasi tegang terjadi di Gopalganj Bihar pada Sabtu malam setelah kecelakaan lalu lintas berubah menjadi kekacauan, menyebabkan massa membakar kendaraan polisi.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa di Gopalganj. (ANI)

Menurut Inspektur Polisi (SP) Avdhesh Dixit, kejadian itu terjadi antara pukul 18.30 hingga 19.00 pada hari Minggu ketika tiga pemuda sedang mengendarai sepeda motor. Pada saat yang sama, sebuah mobil polisi juga sedang melewati area tersebut ketika seekor Scorpion yang melaju kencang mendekat dari arah berlawanan. Saat mencoba menyalip mobil yang melaju, sepeda motor kehilangan kendali dan terjatuh.

“Mereka mengalami luka-luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Tak lama setelah kejadian, beredar kabar di lokasi kejadian bahwa pengendara sepeda tersebut meninggal dunia. Hal ini membuat geram warga yang berada di lokasi kejadian, yang kemudian membakar kendaraan polisi tersebut,” kata SP Dixit.

Polisi segera mengambil tindakan untuk mengendalikan situasi, menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. SP Dixit menambahkan, situasi kini terkendali dan beberapa orang telah ditahan untuk dimintai keterangan.

Pelaku bencana ini akan diketahui, tindakan yang tepat akan diambil terhadap mereka. Belum diketahui mobil mana yang terlibat dalam kecelakaan itu. Penyebab kecelakaan akan diketahui melalui penyelidikan. Kami juga menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Situasi di lokasi kejadian normal. Ada yang diamankan, tambahnya.

Insiden ini terjadi pada saat kritis ketika pemilihan umum yang berisiko tinggi sedang berlangsung di Bihar. Dengan meningkatnya ketegangan, episode kerusuhan seperti ini diperkirakan akan menarik perhatian pemerintah dan masyarakat.

Sementara itu, kontroversi lain muncul di Bihar ketika pihak berwenang mendaftarkan kasus terhadap empat orang karena diduga mengambil gambar mesin pemungutan suara elektronik (EVM) selama pemungutan suara dan mengunggahnya ke media sosial, kata para pejabat.

Menurut mereka, kasus-kasus ini dimulai di Ara, Gopalganj dan Saran, tempat pemilihan parlemen tahap pertama diadakan pada hari Kamis.

Sementara dua orang ditangkap di Gopalganj, kasus-kasus telah didaftarkan terhadap masing-masing satu orang di Ari dan Saran, kata para pejabat pada hari Jumat.

Tautan Sumber