Kualitas udara di Delhi terus memburuk, mendekati zona ‘parah’ pada Senin pagi karena kecepatan angin rendah dan suhu dingin memerangkap polutan di dekat permukaan. Indeks kualitas udara rata-rata (AQI) selama 24 jam sebesar 396 tercatat pada pukul 7 pagi, dibandingkan dengan 391 pada pukul 4 sore pada hari Minggu dan 370 pada hari Sabtu, menurut data Dewan Pengendalian Polusi Pusat (CPCB).
Kabut asap tebal dan kelembapan mengurangi jarak pandang, meningkatkan kekhawatiran kesehatan karena konsentrasi polutan terus meningkat. Perkiraan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara (EWS) menunjukkan bahwa situasi ini kemungkinan tidak akan membaik dalam jangka pendek.
“Kualitas udara di Delhi kemungkinan besar berada dalam kategori ‘sangat buruk’ dari Senin hingga Rabu. Perkiraan untuk enam hari ke depan sejak Kamis menunjukkan bahwa kualitas udara kemungkinan besar berada dalam kategori ‘sangat buruk’,” kata harian EWS.
CPCB mengklasifikasikan udara sebagai “baik” jika AQI-nya 50 atau lebih rendah; “memuaskan” dari 51 menjadi 100; “moderat” antara 101 dan 200; “miskin” antara tahun 201 dan 300; “sangat buruk” antara 301 dan 400; dan ‘parah’ bila melebihi 400. Delhi telah mencatat tiga hari udara parah musim ini dari 11 hingga 13 November.
Hingga pukul 7 pagi hari Senin, data CPCB menunjukkan bahwa dari 39 stasiun pemantauan kualitas udara ambien di Delhi, 20 berada dalam kategori ‘parah’ dan 19 sisanya berada dalam kategori ‘sangat buruk’. Rohini memiliki kualitas udara terburuk (456), disusul Vivek Vihar (455).
AQI di ibu kota tetap berada pada kategori “sangat buruk” selama 18 hari berturut-turut sejak 6 November. Angin permukaan yang tenang dan malam musim dingin yang panjang, yang mendorong akumulasi polutan, tetap menjadi faktor utama penurunan AQI.
Diperkirakan tidak ada perubahan signifikan dalam kondisi cuaca dalam beberapa hari mendatang. Angin diperkirakan akan tetap sepoi-sepoi pada malam hari dan dini hari, dan dapat meningkat hingga 5-10 km/jam pada siang hari.
Suhu minimum di Delhi pada hari Minggu (10,4°C) berada satu derajat di bawah normal dan lebih rendah dari suhu hari Sabtu sebesar 11,8°C. Suhu maksimum 26,7°C merupakan suhu normal pada musim tersebut, setelah sehari sebelumnya mencapai 27,3°C. Departemen Meteorologi India mengatakan bahwa pada hari Selasa dan Rabu, suhu minimum diperkirakan akan turun menjadi 8°C hingga 10°C, sedangkan suhu maksimum kemungkinan akan tetap antara 24°C dan 26°C hingga hari Selasa dan mungkin turun lagi pada hari Rabu.
Kabut dangkal diperkirakan akan terus berlanjut hingga dini hari pada minggu ini dan selanjutnya dapat membatasi penyebaran polutan dan menjaga kabut kota tetap utuh.