Diposting: 3 Desember 2025, 10:41 IST
Pihak maskapai mengatakan, begitu masalah tersebut diketahui, maka langsung dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA).
Air India mengatakan pada hari Rabu bahwa salah satu pesawatnya dioperasikan tanpa sertifikat peninjauan kelaikan udara yang sah, dan menggambarkan insiden tersebut sebagai hal yang “disayangkan”.
Pernyataan dari maskapai tersebut mengatakan, “Air India tetap teguh dalam komitmennya untuk menjaga standar tertinggi integritas operasional dan keselamatan dan setiap penyimpangan dari protokol kepatuhan wajib dipandang dengan sangat serius dan tidak dapat diterima oleh organisasi.”
Baca juga Rupee melemah di bawah 90/USD untuk pertama kalinya karena kesepakatan perdagangan India-AS masih belum jelas
Pihak maskapai menambahkan, begitu masalah tersebut diketahui, maka langsung dilaporkan ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DGCA). Semua personel yang terlibat dalam keputusan untuk mengoperasikan pesawat telah ditangguhkan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.
“Kami telah meluncurkan penyelidikan internal yang komprehensif dan bekerja sama sepenuhnya dengan regulator,” kata juru bicara Air India seperti dikutip ANI.
Baca juga Bagaimana sekelompok anjing liar menyelamatkan bayi baru lahir yang ditinggalkan di dekat toilet di Bengal
Insiden ini terjadi ketika Air India terus menangani dampak kecelakaan Boeing Dreamliner pada bulan Juni yang menewaskan 260 orang dan kerugian finansial yang disebabkan oleh larangan wilayah udara Pakistan terhadap maskapai penerbangan India. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga berulang kali memperingatkan Air India tentang pelanggaran keamanan tahun ini.
Sertifikat peninjauan kelaikan udara dikeluarkan setelah penilaian menyeluruh terhadap catatan perawatan pesawat, kondisi fisik, dan kepatuhan terhadap peraturan. Pengoperasian tanpa itu dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap peraturan penerbangan.
Kesalahan ini terjadi ketika sektor penerbangan global berada di bawah tekanan yang semakin besar terkait standar pemeliharaan dan keselamatan. Airbus baru-baru ini melaporkan adanya masalah pada kualitas panel badan pesawat, meskipun pesawat yang terkena dampak tersebut belum beroperasi. Armada Airbus di seluruh dunia baru saja kembali beroperasi setelah pembaruan perangkat lunak yang mendesak untuk mengatasi kerentanan dalam sistem kendali penerbangan.