Setelah Presiden Donald Trump mengejek (dan salah mengeja) kepala koresponden CNN di Gedung Putih Caitlan Collins, reporter tersebut membalas.
Dalam kata-kata kasar yang diposting di Truth Social, Trump menulis: “Caitlin Collin dari berita palsu CNN, selalu bodoh dan keji.” Dia tersinggung ketika seorang jurnalis mengudara menyebutkan pembangunan ballroom Gedung Putih dan biayanya yang gila-gilaan. Dia membela pembangunan tersebut, yang telah memicu reaksi keras selama berbulan-bulan, dengan mengatakan bahwa dia merencanakan struktur yang “jauh lebih besar dan lebih indah” yang “ukurannya dua kali lipat dan kualitas penyelesaian akhir serta interiornya telah dibawa ke tingkat tertinggi”.
Lebih banyak dari Batas Waktu
Pemimpin Partai Republik tersebut melanjutkan dengan mengatakan bahwa hal ini “sesuai anggaran dan lebih cepat dari jadwal, seperti yang selalu saya lakukan,” dan menegaskan kembali bahwa “menariknya, dan jarang dilaporkan, tidak ada uang pembayar pajak yang terlibat. Hal ini dibayar sepenuhnya oleh sumbangan pribadi.”
Trump mengakhiri postingannya dengan pukulan lain di CNN.
Dalam balasan di Instagram Story-nya, Collins menulis, “Secara teknis pertanyaan saya adalah tentang Venezuela,” mengacu pada pemboman yang dilakukan pemerintah terhadap kapal-kapal yang diduga penyelundup di lepas pantai negara Amerika Latin tersebut.
Presiden Venezuela yang juga diktator Nicolas Maduro mengatakan alasan sebenarnya aksi militer AS adalah karena cadangan minyak negaranya, yang dianggap sebagai cadangan minyak terbesar di dunia. Departemen Luar Negeri membantah klaim tersebut, dan bersikeras bahwa serangan terhadap kapal di Karibia yang menewaskan lebih dari 80 orang adalah bagian dari kampanye untuk menghentikan impor kokain dan fentanil ke AS.
Collins berkomentar Sumber dari Caitlan Collins pada Jumat malam, namun pembawa acara CNN juga berada di karpet merah di Kennedy Center pada hari sebelumnya ketika Trump menghadiri pengundian Piala Dunia. Di sana, Collins bertanya kepada Trump tentang penerimaan hadiah perdamaian FIFA yang baru, pada saat yang sama pemerintah menindak tersangka kapal narkoba Venezuela.
Collins hanyalah reporter wanita terbaru yang diserang oleh Trump. Pada bulan November, Trump menjadi berita utama dengan menyebut Katherine Lucy dari Bloomberg News sebagai “babi yang pendiam”. Sekretaris Pers Gedung Putih Caroline Leavitt menyebutnya sebagai komentar yang “sangat jujur dan jujur”, bukan penghinaan di tingkat taman bermain.
Secara umum, Trump sangat memusuhi pers baik pada masa jabatan pertamanya maupun pada masa jabatannya saat ini. Ia terutama mempermasalahkan wartawan yang berani menentang atau mempertanyakan kebijakan pemerintah, dan memfavoritkan media konservatif atau influencer.
Batas Waktu Terbaik
Mendaftarlah untuk buletin Batas Waktu. Ikuti berita terbaru di Facebook, Twitter dan Instagram.