Siapakah Nilesh Ghaiwal, gangster dari Pune yang dilacak hingga ke London dengan visa pengunjung?

Siapakah Nilesh Ghaiwal, gangster dari Pune yang dilacak hingga ke London dengan visa pengunjung?

Komisi Tinggi Inggris di India telah mengkonfirmasi bahwa buronan gangster Nilesh Ghaiwal, yang dicari dalam beberapa kasus serius termasuk pembunuhan dan pemerasan, saat ini berada di London dengan visa pengunjung.

Paspor gangster Nilesh Ghaiwal telah dibatalkan oleh Kantor Paspor Regional Pune menyusul laporan yang diajukan oleh Polisi Pune. (HT_PRINT)

Menurut laporan PTI, Komisi juga telah memberi tahu pihak berwenang Inggris bahwa paspor India Gaiwal telah dibatalkan, kata pejabat kepolisian Pune.

Ghaiwal, seorang gangster terkenal yang berbasis di Pune dengan sejarah kejahatan kekerasan, diyakini telah meninggalkan India dengan paspor palsu.

Mengapa ada pemberitahuan buronan dan Interpol?

Polisi Pune, yang sudah lama mencurigai kehadirannya di Inggris, secara resmi mengajukan banding ke Komisi Tinggi Inggris untuk menahan dan mendeportasinya.

Wakil Komisaris Polisi Sambhaji Kadam mengatakan: “Kami telah menerima balasan dari Komisi Tinggi yang mengonfirmasi bahwa Ghaiwal berada di London dengan visa pengunjung dan datang ke sana untuk menemui putranya. Mereka juga telah memberi tahu kami bahwa pihak berwenang Inggris telah diberitahu tentang pembatalan paspornya.”

Sebelum hilang, Geywal didakwa dalam kasus kecelakaan lalu lintas pada 18 September di daerah Kothrud Pune, di mana komplotannya diduga melepaskan tembakan dan melukai seorang pria.

Surat edaran buronan dan pemberitahuan Blue Corner telah dikeluarkan terhadapnya melalui Interpol. “Kami yakin Ghaiwal telah pergi ke Inggris sementara putranya tinggal di sana. Kami telah mencari informasi dari Komisi Tinggi Inggris tentang bagaimana dia mendapatkan visa, lama tinggalnya, jenis visa yang dikeluarkan dan validitasnya,” kata seorang perwira senior.

Siapa Nilesh Ghaiwal?

Karier kriminal Ghaiwal dimulai pada tahun 1999 ketika ia pertama kali ditangkap dalam kasus pemerasan yang didaftarkan di kantor polisi Kotrud. Hingga tahun 2001, masih ada tiga kasus lagi yang menjeratnya, termasuk satu kasus pembunuhan.

Pernah menjadi rekan gangster Gajanan Marna, namun kemudian berpisah darinya dan menjadi saingan, menurut laporan di Indian Express.

Keburukannya bertambah setelah baku tembak brutal di daerah Dattawadi Pune pada 9 Mei 2010.

Menurut polisi, Ghaiwal dan anggota gengnya mengejar saingannya dari geng Marna sejauh hampir dua kilometer dan melepaskan beberapa tembakan di dekat kantor polisi Dattawadi.

Seorang pria, Sachin Kudle, tewas dan saudaranya Atul Kudle terluka parah. Baku tembak di Dattawadi, yang sering disebut di kalangan polisi sebagai bagian dari “berkas Dattawadi”, menandai kebangkitan Ghaiwal sebagai tokoh dominan di dunia geng di Pune dan menyebabkan penangkapannya pada bulan Juli tahun itu.

Selama bertahun-tahun, Ghaiwal telah didakwa dalam lebih dari 20 kasus kriminal, termasuk pembunuhan, pemerasan, perampasan tanah, dan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Pengendalian Kejahatan Terorganisir Maharashtra (MCOCA), tambah laporan itu.

Polisi mengatakan gengnya secara paksa mengambil properti di bawah todongan senjata, menyimpan senjata secara ilegal dan mengintimidasi pengusaha lokal. Investigasi terbaru menunjukkan bahwa dia memalsukan data pribadinya untuk mendapatkan paspor palsu dan meninggalkan negara tersebut.

Tautan Sumber